Terkait sampai kapan pemadaman berlangsung, Vigor mengatakan kondisi sistem masih dapat berubah mengikuti ketersediaan pembangkit dan kebutuhan beban listrik masyarakat.

Ia menyebut kondisi siaga diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober 2026. Namun, kondisi tersebut bersifat fluktuatif, bergantung pada beban penggunaan listrik dan perkembangan pemulihan pembangkit yang mengalami gangguan.

“Karena kondisi sistemnya fluktuatif, semuanya bergantung pada permintaan beban masyarakat. Kalau ada percepatan masuknya mesin sewa atau pembangkit yang mengalami gangguan bisa kembali lebih cepat, kondisi sistem juga dapat membaik,” katanya.

Untuk memulihkan kondisi kelistrikan, pengelola pembangkitan juga terus melakukan percepatan perbaikan terhadap unit pembangkit yang mengalami gangguan.

Vigor mengatakan masuknya kembali pembangkit yang sedang diperbaiki tidak hanya diharapkan mengurangi pemadaman, tetapi juga memperkuat cadangan daya sistem.

“Kalau mesin-mesin yang sedang diperbaiki bisa kembali masuk ke sistem, kondisi listrik kita diharapkan kembali normal dan pemadaman dapat diminimalkan,” ujarnya.

PLN Imbau Masyarakat Bijak Gunakan Listrik

Di tengah kondisi sistem yang masih siaga, PLN juga mengimbau masyarakat menggunakan energi listrik secara bijak, khususnya pada jam beban puncak.

Vigor meminta masyarakat memprioritaskan penggunaan peralatan elektronik yang benar-benar diperlukan pada periode tersebut.

“Kami mohon maaf atas kondisi yang terjadi. Salah satu yang bisa membantu adalah menggunakan energi secara lebih bijak, terutama pada jam beban puncak, sehingga beban listrik dapat ditekan dan kebutuhan masyarakat bisa lebih terpenuhi,” pungkasnya. (Wartabanjar.com)