Ia juga pernah mengikuti Summer Course Business Law di London School of Economics and Political Science (LSE).
Karier profesional Frank dimulai sebagai Associate Trainee di firma hukum Hadinoto Hadiputranto & Partners (HHP).
Pengalaman tersebut menjadi bekal sebelum akhirnya bergabung dengan Hotman Paris & Partners, firma hukum milik sang ayah.
Frank menangani berbagai perkara di bidang litigasi komersial, sengketa korporasi, restrukturisasi utang dan kepailitan, sengketa pertambangan, sengketa administrasi negara, sengketa perpajakan, hingga perkara pidana.
Selain itu, ia juga mendirikan kantor hukum independen bernama FRANK Solicitors sebagai bagian dari pengembangan kariernya di luar firma hukum keluarga.
Pada awal 2026, Frank Alexander menjadi Staf Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN) di bawah Kementerian Pertahanan.
Namanya semakin dikenal publik setelah menjadi bagian dari tim kuasa hukum yang mendampingi karyawan Alfamart dalam perkara Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pada 2022.
Selain menilai ayahnya sedang melakukan pencitraan, Frank juga menyentil pernikahan sang adik, Fritz Hutapea.
“Halah kebanyakan pencitraan, Fritz married aja angpaonya lo ambil ala ala ga mau duit,” tulisnya lewat unggahan Instagram Story.
Tak berhenti di situ, Frank juga membahas soal program bantuan hukum gratis @hotman911official yang bermotto “Pengais Keadilan”.







