Tim Terpadu Temukan Ketidaksesuaian Distribusi Solar Bersubsidi Nelayan Tabanio Tanah Laut

Ketika proses pengisian sedang berlangsung, dispenser SPBUN tiba-tiba berhenti dan total realisasi penerimaan tidak sesuai dengan angka rekomendasi.

Dalam lembar administrasi, total rekomendasi untuk sembilan kapal nelayan mencapai 7.995 liter, namun kolom jumlah yang diterima hanya tercatat 6.042 liter.

Selisih paling mencolok menimpa kuota milik H Sapwani/Hj Imar yang memiliki empat kapal; dari hak rekomendasi sebesar 2.460 liter, volume solar subsidi yang keluar dari dispenser dan tercatat diterima hanya 1.122 liter, sehingga diduga ada 1.338 liter solar yang raib.

Di pihak lain, pengelola sekaligus pemilik SPBUN Desa Tabanio, Nurul Tasiah, yang hadir setelah kegiatan berlangsung menyatakan kesiapannya untuk berbenah.

Pihaknya berdalih telah merancang pembatasan akses pengisian di area SPBUN, agar hanya dimasuki oleh pihak yang benar-benar mengantre sesuai haknya.

“Kalau itu sesuai dengan antriannya yang mengambil. Itu yang boleh masuk ke dalam. Ya kalau sudah mengambil kan tidak tidak usah lagi masuk ke dalam kan? Yang tidak berkepentingan tidak kan sudah jelas sama DKPP tadi,” ucapnya.

Guna mengatasi kesemrawutan distribusi, Nurul Tasiah menambahkan bahwa manajemen SPBUN saat ini telah memberlakukan jadwal berkala bulanan, agar penyaluran menjadi lebih tertib dan terkontrol.

“Selama ini, kalau untuk sampai hari ini pengawasan kita itu langsung. Artinya dibikinkan jadwal, dia teratur, dia tertib mengambilnya. Dan artinya mengambilnya kan artinya dulu 540 sekarang 615. Jadi tertib, dia dibikinkan jadwal satu bulan full,” paparnya.