Berawal Titip Bayi Usai Melahirkan, Dugaan TPPO di Banjarbaru Terungkap Saat Ibu Tak Bisa Hubungi Tersangka
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap bayi berusia 10 hari di Banjarbaru, bermula saat ibu kandung korban menitipkan bayinya kepada MM setelah melahirkan di RS Idaman Banjarbaru.
Beberapa hari kemudian, ibu korban kembali untuk mengambil bayinya. Namun, MM tak lagi dapat dihubungi hingga akhirnya peristiwa tersebut dilaporkan ke Satreskrim Polres Banjarbaru.
Kasi Humas Polres Banjarbaru Ipda Kardi Gunadi mengatakan, ibu kandung bayi melahirkan di RS Idaman Banjarbaru, sebelum akhirnya mempercayakan perawatan bayinya kepada MM, yang merupan perawat di rumah sakit tersebut.
”Setelah melahirkan, ibu kandung menitipkan bayinya kepada MM, karena hendak pulang ke Kabupaten Tabalong,” ujarnya, Selasa (21/07/2026).
Beberapa hari berselang, ibu korban kembali ke Banjarbaru dengan maksud mengambil bayinya.
”Pada 16 Juli 2026, ibu kandung berusaha mengambil kembali bayinya. Namun nomor telepon MM sudah tidak dapat dihubungi karena diblokir," kata Kardi.
Merasa kehilangan jejak anaknya, ibu korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Banjarbaru.
Baca Juga: Bayi 10 Hari Diduga Dijual Rp5 Juta, Dua Orang Jadi Tersangka TPPO di Banjarbaru
Baca Juga: PWI Resmi Laporkan Hotman Paris atas Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan
”Karena bayi sudah tidak diketahui keberadaannya, ibu kandung melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian,” ungkapnya.
Laporan itu menjadi awal penyelidikan polisi untuk menelusuri keberadaan bayi berinisial AJS.
Dalam proses penyelidikan, penyidik menemukan adanya unggahan status bertuliskan "Open Adopsi", yang diduga berkaitan dengan perpindahan bayi tersebut.
”Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan petunjuk yang mengarah kepada keberadaan sang bayi, hingga akhirnya diketahui berada di wilayah Kabupaten Barito Timur,” jelas Kardi.
Setelah keberadaan bayi diketahui, polisi bergerak mengamankan korban, sekaligus mengembangkan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.
"Bayi berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, dan penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat," pungkasnya. (wartabanjar.com/Ikhsan)