Tiga Spesies Kelelawar Ditemukan di Goa Batu Hapu Tapin

Menurutnya, karakteristik bentang alam karst yang dimiliki Goa Batu Hapu menjadikan kawasan tersebut memiliki nilai geologi sekaligus fungsi ekologis yang saling berkaitan.

“Ekosistem gua pada kawasan karst tidak hanya menyimpan informasi geologi yang bernilai ilmiah, tetapi juga menyediakan ruang hidup bagi berbagai satwa. Oleh karena itu, perlindungan terhadap kondisi alami gua menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta keberlanjutan fungsi kawasan geopark,” katanya.

Dari sisi kebijakan perlindungan kawasan, Kepala Seksi Warisan Geologi dan Air Tanah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Selatan, Sumarmiati, menegaskan pentingnya penguatan perlindungan bentang alam karst sebagai bagian dari upaya konservasi jangka panjang.

“Integrasi warisan geologi ke dalam instrumen perlindungan tata ruang, seperti Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK), merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan kawasan yang memiliki nilai geologi sekaligus fungsi ekologis,” ungkap Sumarmiati.

Ia menjelaskan, inventarisasi dan identifikasi kawasan karst yang telah dilakukan pada tahun 2024 menjadi landasan penting dalam mendukung usulan penetapan KBAK sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 17 Tahun 2012.

“Melalui inventarisasi tersebut, kita dapat mengetahui karakteristik kawasan, baik dari aspek eksokarst maupun endokarst, sehingga perlindungan kawasan dapat dilakukan secara tepat berdasarkan nilai ilmiah, fungsi hidrologi, dan potensi keanekaragaman hayatinya,” tambahnya.