Tiga Spesies Kelelawar Ditemukan di Goa Batu Hapu Tapin

Menurut Sumarmiati, kawasan bentang alam karst memiliki fungsi strategis sebagai kawasan lindung geologi yang berperan menjaga sistem tata air, penyimpanan air tanah, sekaligus menjadi habitat berbagai spesies yang bergantung pada ekosistem gua.

Menanggapi hasil monitoring tersebut, Wakil Ketua Harian Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark, Theodorik Rizal Manik, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah melakukan kajian lapangan sebagai bagian dari penguatan basis data ilmiah pengelolaan kawasan.

“Kami mengapresiasi pelaksanaan monitoring yang dilakukan di Goa Batu Hapu karena menjadi langkah penting dalam memperkaya data ilmiah mengenai keanekaragaman hayati yang dimiliki Meratus UNESCO Global Geopark. Informasi seperti ini sangat diperlukan untuk mendukung pengelolaan kawasan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Theodorik, hasil penelitian tersebut tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi dasar dalam menyusun kebijakan konservasi dan pengembangan kawasan wisata yang berwawasan lingkungan.

“Kelelawar memiliki peran penting sebagai pengendali populasi serangga, penyebar biji, sekaligus indikator kesehatan lingkungan. Oleh sebab itu, hasil penelitian lanjutan nantinya akan menjadi referensi dalam penyusunan rekomendasi pengelolaan kawasan, edukasi konservasi, serta pengaturan aktivitas wisata agar pelestarian alam dan pemanfaatan kawasan dapat berjalan secara seimbang,” jelasnya.