Gula Sebabkan Anak Tantrum, Ketahui 10 Penyebabnya

Jika sudah merasa frustasi, tidak heran jika ia mengekspresikan apa yang dirasakan dengan tangisan histeris. 

6. Menghindari Hal yang Tidak Disukai

Anak usia 1-3 tahun biasanya sudah memiliki apa yang disuka dan tidak.

Ketika anak dipaksa berhadapan dengan hal-hal yang tidak ia suka, ia bisa menunjukkan pemberontakan atau penolakan dengan tantrum.

Contohnya saat Ibu memberi tahu waktu bermain sudah habis dan ia harus pulang ke rumah untuk tidur siang, atau ketika diminta membereskan mainan yang berantakan setelah bermain.

7. Kurang Tidur

Kurang tidur ternyata dapat menjadi penyebab anak tantrum karena merasa kecapekan. 

Kelelahan mempunyai efek buruk pada perilaku anak dengan membuat kelenjar adrenal (yang mengatur respon terhadap stres) bekerja lebih aktif. Alhasil, anak jadi lebih sulit mengendalikan diri.

Jadi ketika si Kecil kecapekan, ia cenderung menunjukkan perilaku yang mengganggu sekitar, seperti tantrum.

8. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan perilaku yang membuat anak sulit fokus dan konsentrasi.

Beberapa gejala ADHD yang paling umum terlihat di antaranya adalah anak menjadi hiperaktif, impulsif, dan kurangnya perhatian.

Seorang anak dengan ADHD akan sering merasa frustasi saat menghadapi situasi yang memicu gejala kondisinya. Hal inilah yang dapat menyebabkan tantrum.

9. Autisme

Gangguan spektrum autisme juga bisa menjadi penyebab anak tantrum. Autisme adalah kelainan perkembangan saraf yang memengaruhi perilaku dan komunikasi anak.