WARTABANJAR.COM – Dua ayat terakhir Surat At-Taubah banyak dianjurkan para ulama untuk diamankan setiap hari sebagai amalan sunnah, Jumat (3/7/2026).
Surat At-Taubah ayat 128-129 memiliki keutamaan yang artinya menegaskan kebenaran Nabi Muhammad SAW dengan dua sifat beliau yang amat penyantun dan penyayang.
At-Taubah berarti pengampunan berhubung kata “At-Taubah” berulang kali disebut dalam surat ini.
Surat ini juga dinamakan dengan “Baraah” yang berarti berlepas diri. Maksudnya pernyataan pemutusan hubungan atau perjanjian damai dengan kaum musyrikin.
Surat At-Taubah merupakan pernyataan perang terhadap kaum musyrikin sehingga surat ini tidak diawali dengan lafaz “Basmalah”.
Ayatnya turun sesudah Nabi Muhammad SAW kembali dari peperangan Tabuk pada Tahun 9 Hijriyah.
Baca Juga 4 Amalan Sunnah di Hari Jumat, Perbanyak Sholawat
Baca Juga 6 Amalan Sunnah di Hari Jumat, untuk Raih Keberkahan
Keutamaan 2 Ayat Terakhir Surat At-Taubah
Keutamaan dua ayat terakhir Surat At-Taubah disebutkan dalam riwayat Hadis. Banyak ulama menganjurkan untuk mendawamkan wirid dua ayat terakhir At-Taubah ini.
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
(128)
فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (129)
Artinya: “Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang Rasul dari kaum kalian sendiri, berat terasa olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan (keamanan dan keselamatan) bagi kalian, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling (dari keimanan) maka katakanlah ‘Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arasy yang agung.” (QS At-Taubah ayat 128-129)







