Anak kecil belum tahu caranya memproses rasa kecewa yang begitu hebat. Mereka hanya tahu yang mereka rasakan itu tidak enak, sehingga timbullah tantrum sebagai cara mengekspresikan konflik batinnya.
3. Perutnya Tidak Nyaman
Penyebab anak tantrum juga bisa karena si Kecil merasa tidak nyaman di situasi tertentu atau ada yang aneh dengan tubuhnya, tapi tidak bisa mengekspresikan rasa sakit itu secara verbal.
Misalnya, si Kecil merasa perutnya sakit karena kembung tidak sembuh-sembuh, tapi ia sendiri tidak tahu kenapa perutnya bisa sakit. Pencernaan yang tidak nyaman bisa membuat anak 2x lebih rewel.
Contoh lainnya adalah sakit emosional, yaitu ketika ada anak lain merebut mainannya. Si Kecil tantrum karena tidak bisa menjelaskan dengan baik kenapa ia merasa marah mainannya diambil.
4. Terlalu Banyak Konsumsi Gula
Makanan kemasan seperti permen, jus, minuman kemasan, dan coklat batangan umumnya diproses dengan tambahan gula berlebih.
Asupan gula berlebih dapat meningkatkan kadar gula darah anak lalu turun dengan sangat cepat. Kadar insulin dalam darah yang tidak stabil dapat memicu anak tantrum.
Selain itu, gula adalah karbohidrat, dan sebagian besar makanan yang mengandung karbohidrat dapat menyebabkan kembung karena gas yang membuat perut si Kecil jadi tidak nyaman.
5.Belum Bisa Komunikasi Lancar
Bahasa anak usia 1-3 tahun baru mencapai 75%, sehingga sangat wajar jika ia belum mampu berkomunikasi dengan efektif untuk menyampaikan apa yang ia rasakan.







