WARTABANJAR.COM – Banyak orangtua yang kewalahan saat anak tantrum. Tantrum adalah ledakan amarah dan frustrasi anak yang tidak terkendali.
Anak tantrum mungkin menunjukkan perilaku mengganggu seperti rewel dengan teriakan histeris dan berguling-guling di lantai, atau perilaku agresif seperti menendang dan memukul.
Ciri-ciri anak tantrum umumnya seperti merengek, menangis, berteriak, menendang, memukul, mencubit, menggigit, mendorong.
Beberapa hal yang bisa menjadi penyebab tantrum pada anak adalah:
1. Menginginkan Perhatian
Penyebab tantrum yang paling umum adalah anak ingin mendapatkan perhatian orang tua. Di usia ini anak sangat ingin menunjukkan kemandirian, tapi masih mendambakan perhatian Ibu dan Ayahnya.
Ketika si Kecil menyadari ia tidak mendapatkan perhatian (mungkin Ibu sedang sibuk beres-beres dan tidak bisa ditinggal sedangkan Ayah sedang bekerja), emosi si Kecil akan meluap-luap.
Baca Juga Tips Sehat, 8 Cara Atasi Nyeri Haid Secara Alami Termasuk Konsumsi Kunyit
Baca Juga Tips Sehat, Jaga Jantung dengan Konsumsi Probiotik dan Prebiotik
Ledakan emosi ini terjadi karena konflik batin yang anak rasakan. Ia merasa tidak dipedulikan, tapi belum bisa bicara lancar untuk menyampaikannya pada Ibu.
2. Tidak Mendapatkan Apa yang Diinginkan
Penyebab anak tantrum yang juga umum adalah keinginan yang tidak terpenuhi. Misalnya, si Kecil minta dibelikan mainan baru tapi karena satu dan lain hal, Ibu tidak bisa mengabulkannya.







