WARTABANJAR.COM, SAMARINDA - Oleh karena anggaran dipotong pemerintah pusat, Pemerintah Kota (Pemko) Samarinda Provinsi Kalimantan Timur terpaksa melakukan penghematan ketat.

Wali Kota Andi Harun sampai memutuskan meniadakan Pawai Pembangunan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Ia pun meminta maaf kepada masyarakat atas ditiadakannya Pawai Pembangunan HUT RI 2026. 

Andi Harun mengakui sempitnya kondisi keuangan daerah membuat pemkot harus mengurangi kegiatan seremonial dan mengutamakan pembiayaan yang dinilai berdampak langsung kepada masyarakat.

“Bukan hanya masyarakat yang menyayangkan, kami juga. Tapi kan kita sudah sepakat untuk mengurangi acara seremonial, tanpa mengurangi sakral dan meriahnya acara Dirgahayu 81,” ujar Andi Harun, Selasa (11/8/2026).

Baca juga:  Tak Ada Tambahan Pagu, Anggaran Sekretariat DPRD Tabalong Dipangkas Rp 8,7 Miliar

 Baca juga: Bupati HST Sampaikan Perubahan APBD 2026, PAD Diproyeksikan Naik

 Menurutnya, kemeriahan peringatan kemerdekaan tahun ini tidak sepenuhnya ditiadakan, melainkan dialihkan ke tingkat kelurahan. 

Berbagai kegiatan seperti perlombaan olahraga, jalan sehat, hingga kegiatan yang melibatkan pelaku UMKM telah digelar di sejumlah kelurahan.

Pemkot Samarinda, kata dia, memilih mengalokasikan anggaran yang tersedia untuk kebutuhan yang dianggap lebih prioritas. 

Di antaranya pembayaran utang serta pembiayaan BPJS, termasuk BPJS ketenagakerjaan.

Ia menyebut pelaksanaan Pawai Pembangunan biasanya membutuhkan anggaran Rp2 miliar hingga Rp2,5 miliar.

“Sayang kalau habis sampai Rp2 miliar, sampai Rp2,5 miliar untuk kegiatan pawai. Kalau lagi uang ada, lagi uang banyak, ya kita tetap laksanakan,” terangnya.

Karena itu, Andi Harun meminta masyarakat memahami keputusan tersebut sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran.

Ia memastikan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tetap berlangsung hingga puncaknya pada 17 Agustus. 

Hanya kemeriahan tahun ini lebih banyak dipusatkan di masing-masing kelurahan.

Andi Harun memastikan efisiensi berlanjut pada 2027 karena anggarannya diproyeksikan sama dengan 2026 yakni sekitar Rp3,3 triliun.

"Berapa total direncanakan APBD Kota Samarinda tahun 2027? Sebesar kurang lebih 3,3 triliun, ini belum final ya," katanya, Rabu (12/8/2026).