WARTABANJAR.COM, PANGKALAN BUN - Harapan hujan Kembali mengguyur ada di hati warga Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalsel).

Hal ini karena hujan deras membasahi Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), Sabtu (19/9/2026) sore, setelah sepekan sebelumnya mengguyur Kecamatan Kumai.

Hujan sekitar pukul 17.00 WIB dan berlangsung kurang lebih 30 menit ini memberikan harapan di tengah upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang masih berlangsung di sejumlah titik.

Hujan juga terpantau di Kilometer 24, kawasan Hutan Lindung hingga Danau Masoraian.

Ini antara lain dirasakan tim satuan tugas karhutla hingga foto mereka bersukaria kehujanan menyebar di berbagai media.

Baca juga: Link Nonton Live Streaming Championship Hasil Deltras FC vs Barito Putera Hari Ini

Baca juga: Pergi ke Luar Negeri Tanpa Izin, Dua ASN Pemko Banjarmasin Kena Sanksi Pembinaan

Sementara itu, sepanjang Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama, khususnya sekitar Kilometer 18-20, menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian dalam penanganan Karhutla.

“Guyuran hujan walaupun hanya beberapa menit tetap kita syukuri. Itu anugerah dari Tuhan. Walaupun sebentar diharapkan dapat membantu membasahi lahan yang sebelumnya masih membara segera padam dan bisa mengurangi menjalarnya potensi bara api kembali membesar, serta sedikit meringankan pekerjaan petugas yang masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah lokasi di Kolam,” kata Kepala Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, Samuel.

Sementara karhutla masih terjadi di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Hampir dua pekan petugas berjibaku memadamkan api di kawasan konservasi yng menjadi habitat berbagai satwa tersebut, termasuk orangutan.

Bupati Nurhidayah pun mendesak pemerintah pusat segera mengirim helikopter water bombing karena sejumlah titik sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.

"Sudah hampir dua pekan kami berjibaku di sana. Kami ingin api segera diamankan agar tidak mengganggu habitat dan aktivitas satwa," kata Nurhidayah, Sabtu.

Menurut Nurhidayah, TNTP merupakan kawasan konservasi sekaligus aset penting yang harus dijaga bersama.