Asap Ganggu 16 Penerbangan di Palangka Raya, Garuda Terpaksa Mendarat di Balikpapan
WARTABANJAR.COM, PALANGKA RAYA – Jarak pandang yang merosot hingga 400 meter mengganggu sedikitnya 16 penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (17/9/2026).
Anjloknya Jarak pandang kembali karena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut I Made Darmawan mengatakan ada delapan keberangkatan dan delapan kedatangan yang terdampak.
Bahkan kabut asap memaksa pesawat Garuda Indonesia rute Jakarta–Palangka Raya, yang dijadwalkan tiba di Bandara Tjilik Riwut pada pukul 09.10 WIB, mengalihkan pendaratan (divert) ke Balikpapan.
Baca juga: Bangkai Kapal Virgo Masuk ke Kedalaman 29 Meter, Tim Penyelam TNI AL Pasang Tali Tambat
Baca juga: Kabut Asap Pekat, Kecamatan Kelua Bagikan 3.000 Masker kepada Warga
Berdasarkan pemantauan di lapangan, jarak pandang atau visibility berada pada kisaran 400 hingga 700 meter.
Kondisi ini dinilai belum ideal untuk operasional penerbangan.
“Penerbangan dari dan menuju Bandara Tjilik Riwut sementara belum dapat dilaksanakan sambil menunggu perbaikan cuaca yang memengaruhi jarak pandang pilot,” jelasnya.
Bandara Tjilik Riwut saat ini melayani tiga rute utama penerbangan, yakni Jakarta, Surabaya, dan Semarang, dengan trafik tertinggi berasal dari rute Jakarta dan Surabaya.
“Jam operasional bandara dapat disesuaikan dengan kebutuhan maskapai. Kami siap memberikan pelayanan apabila ada permintaan penyesuaian waktu operasional,” tuturnya.
“Kami juga mengaktifkan layanan service recovery bagi penumpang terdampak, termasuk pembagian minuman, makanan ringan, dan masker gratis,” tambahnya.
Selain itu, bandara turut menyediakan Ruang Oksigen bagi penumpang yang membutuhkan serta area tunggu yang lebih nyaman dan terlindung dari paparan asap. (wartabanjar.com)