Dua Hari Tak Terdengar Batuk, Pria Tanpa Identitas Meninggal di Bedakan Pekapuran Banjarmasin
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Apa yang terjadi pada Kamis (17/9/2026) pagi masih menjadi perbincangan warga Gang Sriwijaya Pekapuran B Laut, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Warga geger karena adanya penemuan mayat tergeletak dan nyaris membusuk di sebuah kamar bedakan tiga pintu.
Mayat lelaki itu kerap disapa warga dengan nama Usai.
Namun, menurut pemilik bedakan, Siti Hamsiah, nama tersebut diduga bukan nama asli.
Sementara, saat melakukan pemeriksaan tempat kejadian, polisi tidak menemukan sama sekali dokumen terkait identitas Usai seperti KTP.
Baca juga: Kabut Asap Pekat, Kecamatan Kelua Bagikan 3.000 Masker kepada Warga
Baca juga: Lakalantas Maut di Kecamatan Jorong, Polisi Masih Selidiki Penyebab Mobil Menabrak Pohon
Keterangan Siti diperkuat pengakuan warga lainnya yang juga hanya mengetahui mayat tersebut dengan nama Usai.
"Tahunya Usai saja. Tapi tadi pagi pas ada polisi, dicek semuanya di dalam kamar, tidak ada KTP atau lainnya," kata Siti Hamsiah.
Sebelum ditemukan tak bernyawa lagi, laki-laki yang diperkirakan berumur sekitar 65 tahun itu sempat terdengar sering batuk.
Namun dua hari terakhir, batuknya tidak terdengar dan Usai tak pernah keluar kamar.
Ini membuat Siti Hamsiah curiga.
Apalagi pintu kamar bedakannya terlihat tak terkunci dari luar.
Siti Hamsiah pun berinisiatif menggedor pintu dan memanggil laki-laki tersebut, namun tak ada respons sama sekali.
"Sudah dua hari sejak Selasa (15/9/2026) tidak kelihatan lagi. Tidak keluar-keluar dari kamar. Terus biasanya kalau ada dalam kamarnya sering dengar suara batuk-batuk lagi. Nah dua hari ini tidak dengar batuk-batuk," ungkap Siti.
Tak hanya Siti, tetangga kamar bedakan laki-laki malang tersebut, Iwan, juga mengungkapkan hal yang sama.
Menurut Iwan, biasanya terdengar suara batuk-batuk.
Namun sejak Selasa, Iwan tak mendengar lagi suara batuk-batuk.
Bahkan Iwan sempat mencium bau bangkai.
Akhirnya, Kamis pagi warga bersama ketua RT setempat disaksikan polisi mendobrak pintu kamar bedakan tersebut.