WARTABANJAR.COM, SAMARINDA - Penumpang pesawat Batik Air rute Jakarta-Samarinda terpaksa melanjutkan melanjut perjalanan menggunakan angkutan darat untuk mencapai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Pesawat harus mendarat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan karena kabut asap kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, Rabu (16/9/2026) pagi. 

“Hari ini ada satu pesawat, yaitu Batik dari Jakarta. Tadi tidak bisa tembus karena jarak pandang 1.000 meter, akhirnya pesawat dialihkan ke Balikpapan,” kata Kepala Bandara APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan.

Setelah itu, jarak pandang berangsur membaik hingga mencapai sekitar 2.000 meter.

Baca juga: Pemprov Kaltara Janji Bantu Swasta Bangun Jaringan Kereta, Gubernur Berharap Mulai 2027

Baca juga: Pencarian Korban Kapal Virgo di Perairan Pagatan Besar Diintensifkan Kepolisian Tanah Laut Bersama Pemdes

Kabut asap pekat kembali menyelimuti Samarinda sejak Rabu pagi hingga sore. 

Langit Kota Tepian berubah kelabu, membuat jarak pandang berkurang drastis termasuk di kawasan penerbangan.

Kabut asap bahkan melumpuhkan penerbangan di Bandara Melalan Kutai Barat. 

Dua penerbangan maskapai Wings Air dengan nomor penerbangan IW 1475 (Melalan-Samarinda) dan IW 1479 (Melalan-Balikpapan) terpaksa dibatalkan. 

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Melalan Melak, Bernard Repelita Purba menjelaskan jarak pandang di area bandara turun drastis hingga tersisa 300 meter. 

Angka tersebut jauh di bawah standar keselamatan minimal yakni 5.000 meter (5 kilometer). 

"Hari ini dua penerbangan menuju Balikpapan dan Samarinda dibatalkan karena kendala jarak pandang," ujar Bernard.

Sehari sebelumnya, pada Selasa (15/9/2026), pesawat Wings Air dengan nomor penerbangan IW 1476 rute Balikpapan–Melalan juga terpaksa melakukan Return to Base (RTB) atau putar balik ke Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan, setelah mengudara selama 15 menit. 

Pesawat tersebut sedianya dijadwalkan mendarat di Bandara Melalan sekitar pukul 17.00 Wita.

Namun, jarak pandang yang terbatas di angka 800–1.000 meter memaksa penerbangan dibatalkan. 

Dampaknya, sekitar 50 calon penumpang dari Melak tertahan di ruang tunggu keberangkatan.