Bernard menambahkan, pada Selasa pagi kondisi cuaca di Bandara Melalan sempat memungkinkan untuk aktivitas penerbangan. 

Sebuah pesawat jet pribadi milik perusahaan tambang batu bara bahkan sempat mendarat. 

Namun dalam hitungan jam, sebaran asap karhutla kian pekat hingga jarak pandang merosot tajam. (wartabanjar.com)