WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Di hadapan anggota DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), seorang anggota keluarga korban kecelakaan laut Kapal Virgo Transport 8, Muhyar, meluapkan isi hatinya.

Warga Kalsel ini berharap pemerintah lebih keras lagi melakukan pencarian.

Ia optimistis delapan anggota keluarganya yang sejak Minggu (13/9/2026) belum ditemukan masih dalam kondisi selamat.

"Hati saya ini yakin mereka itu ada yang masih selamat," kata Muhyar di hadapan Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel H. Jahrian saat berkunjung ke Posko SAR Nasional di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Rabu (16/9/2026).

Baca juga: Penumpang yang Belum Ditemukan Diperkirakan Terjebak di Dalam Bangkai Kapal Virgo

Baca juga: Gubernur Kalsel Bantu 108 Korban Selamat Kapal Virgo, Muhidin Keluarkan Uang Pribadi Rp540 Juta

Sambil mengelus dadanya, Muhyar menyampaikan bahwa dirinya tidak datang untuk meminta atau menerima bantuan uang, melainkan berharap dukungan moral wakil rakyat atas nasib delapan anggota keluarganya yang belum jelas.

"Kami tidak mengharapkan uang atau apapun cuman moral bantuan moral cukuplah," ungkap Muhyar.

Delapan anggota keluarga Muhyar yang belum ditemukan tersebut terdiri atas tiga laki-laki dan lima perempuan. 

Diceritakan Muhyar, mereka bepergian ke Jawa untuk melakukan ziarah Wali Songo. 

Namun, begitu mereka kembali ke Banjarmasin, musibah laut terjadi. 

Kapal Virgo yang ditumpangi mereka terbalik. 

Menanggapi curhat Muhyar, Jahrian pun langsung menghubungi seorang penyelam yang katanya sudah berpengalaman.

"Bang Jaiz saya butuh bantuan anda untuk melakukan penyelaman terhadap Kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam di perbatasan Laut Jawa dengan Kalimantan Selatan. Kamu  bisa turunkan berapa penyelam yang ahli?" kata Jahrian.
Kapal bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. 

Kapal Virgo yang membawa 243 penumpang itu terbalik di Laut Jawa perairan Kalsel pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita dan tenggelam pada pagi.

Pencarian dan evakuasi terus dilakukan Basarnas, unsur TNI dan instansi terkait lainnya. 

Hingga ada sekitar 135 penumpang yang belum ditemukan. (wartabanjar.com)