WARTABANJAR.COM, TANJUNG SELOR - Saat pemerintah provinsi lain di Kalimantan menunggu janji pemerintah pusat membangun jaringan kereta api, Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) berusaha aktif.

Gubernur Kaltara Dr Zainal A Paliwang SH MHum bahkan membuka ruang kolaborasi dengan swasta untuk merealisasikannya.

Hal tersebut karena proyek tersebut membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan pengusaha.

Saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bersama perusahaan perkeretaan PT Indonesia Transit Synergy (Intra) di Ruang Pertemuan Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (16/9), Zainal menyampaikan meningkatnya aktivitas investasi di Kaltara harus didukung infrastruktur.

Baca juga: Proyek Jalan Lampihong-Paringin Sudah 67 Persen, Dinas PUPR Kalsel Janjikan Keterbukaan Informasi

Baca juga: Pencarian Korban Kapal Virgo di Perairan Pagatan Besar Diintensifkan Kepolisian Tanah Laut Bersama Pemdes

Hingga Triwulan II 2026, realisasi investasi di Kaltara telah sekitar Rp14,3 triliun atau 46,78 persen dari target tahunan sebesar Rp30,55 triliun.

Salah satu infrastruktur strategis yang dinilai penting adalah jaringan kereta api. 

Namun, Zainal menegaskan pembangunan proyek tersebut harus didukung kajian dan kerja sama yang matang.

Ia meminta Intra sebagai pihak inisiator membangun komunikasi secara intensif dan terbuka dengan para pelaku usaha yang nantinya berpotensi menjadi pengguna jasa maupun operator.

Pemprov Kaltara, ujar Zainal, siap membantu memfasilitasi komunikasi antara Intra, pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya sesuai kewenangan pemerintah daerah.

Ia berharap komunikasi dan pembahasan yang dilakukan dapat segera menghasilkan skema kerja sama yang jelas sehingga rencana pembangunan jaringan kereta api dapat bergerak ke tahap berikutnya.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa groundbreaking. Insya Allah kereta api pertama di Kalimantan bisa dimulai dari Kaltara,” pungkasnya. 

Adanya jaringan kereta api diharapkan dapat menjadi alternatif angkutan bagi penumpang dan komoditas seperti batu bara dan kelapa sawit sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap jalan raya.

Tingginya kebutuhan angkutan untuk kedua komoditas tersebut turut memberikan beban terhadap jalan raya.