Pemprov Kaltara Janji Bantu Swasta Bangun Jaringan Kereta, Gubernur Berharap Mulai 2027
Dalam diskusi, jaringan kereta api dipandang dapat menjadi bagian penting dalam sistem logistik terpadu Kaltara.
Moda transportasi ini diharapkan mampu menghubungkan kawasan produksi, khususnya sektor pertambangan dan perkebunan, dengan kawasan industri hingga pelabuhan.
Kebutuhan terhadap jaringan kereta api juga berkaitan dengan persoalan biaya logistik dan efisiensi transportasi yang masih menjadi salah satu tantangan bagi dunia usaha di Kaltara.
Karena itu, penggunaan kereta api diharapkan dapat menjadi alternatif angkutan yang lebih efisien sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap transportasi melalui jalan raya.
Jaringan kereta api juga diharapkan dapat menghubungkan kawasan produksi dengan pusat industri dan pelabuhan sehingga proses distribusi barang dapat berjalan lebih lancar.
Saat meresmikan revitalisasi Stasiun Tawang di Semarang, Jawa Tengah, 30 Juli 2026, Presiden Prabowo Subianto melontarkan ide membangun jalur kereta api di luar Pulau Jawa.
Ia meminta pembangunan jalur kereta trans-Sumatera yang menghubungkan Bakauheni dengan Aceh serta trans-Kalimantan.
“Habis trans-Sumatera, nanti trans-Kalimantan,” kata Prabowo.
Prabowo meminta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia dan Menteri Perhubungan, yang berdiri di belakangnya saat berpidato, menyiapkan proyek tersebut. (wartabanjar.com)