Kadis PUPR Kalsel Tinjau Langsung Lokasi Karhutla, Dukung Kesiapsiagaan Bencana
WARTABANJAR.COM - Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan M Yasin Toyib bersama Sekretaris, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Peninjauan didampingi BPBD Kalsel dan Dishut Kalsel dalam rangka mendukung kesiapsiagaan dan penanganan karhutla.
"Peninjauan lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur dan sarana pendukung di lokasi, khususnya terkait ketersediaan sumber air, jaringan perpipaan, kebutuhan pompa, serta sarana pendukung lainnya yang diperlukan dalam upaya penanganan Karhutla," jelasnya.
Melalui sinergi dan koordinasi lintas perangkat daerah, diharapkan langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla di Kalimantan Selatan.
Luasan karhutla di Kalsel terus bertambah. Hingga Senin (10/8/2026), tercatat 1.051 kejadian dengan luasan lahan terdampak sekitar 3.000 hektare.
Dalam sepekan terakhir, jumlah kejadian ikut meningkat seiring bertambahnya titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Kalsel.
Baca Juga Mayat Pria Tergeletak di Areal Karhutla Liang Anggang, Polres Banjarbaru Telusuri Identitasnya
Baca Juga Ada 127 Bangunan dalam 100 Meter Persegi, Pengamat UNU Kalsel Nilai Banjarmasin Makin Semrawut
Kepala BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi cuaca yang semakin panas dalam beberapa hari terakhir.
“Suhu udara semakin panas, sehingga menyebabkan lahan semakin kering dan rentan terjadi kebakaran,” ujarnya saat ditemui, Selasa (11/8/2026).
Di antara sejumlah wilayah terdampak, Banjarbaru menjadi salah satu daerah dengan kejadian karhutla cukup tinggi.
Ronny menyebutkan, tercatat 244 kejadian dengan luasan lahan terdampak mencapai sekitar 672 hektare.
“Paling banyak saat ini masih di sekitar wilayah bandara, yaitu di wilayah Banjarbaru,” jelasnya.
Menurut Ronny, penanganan di lapangan masih menghadapi kendala, terutama akses menuju titik api.
Kondisi lahan membuat petugas tidak selalu bisa membawa armada pemadam hingga mendekati lokasi kebakaran.
“Kendala aksesibilitas kita menuju titik api itu yang memang masih menjadi kendala utama,” katanya.