Tips Sehat, Ketahui Jumlah Kebutuhan Protein untuk Tubuh Setiap Harinya
WARTABANJAR.COM - Asupan protein jadi memiliki peran penting dalam proses pembentukan jaringan tubuh, Sabtu (8/8/2026).
Protein turut membantu pembentukan enzim yang dapat mengoptimalkan fungsi setiap organ di dalam tubuh. Inilah yang menjadi alasan pentingnya mencukupi kebutuhan protein harian tubuh.
Kebutuhan protein harian setiap orang berbeda-beda bergantung pada usia, jenis kelamin, serta berat badan.
Kendati demikian, Menteri Kesehatan Republik Indonesia mengeluarkan Permenkes mengenai anjuran Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang bisa dijadikan sebagai acuan dalam memenuhi kebutuhan protein harian tubuh.
Sumber protein terbagi menjadi dua, hewani yang cukup, seperti daging-dagingan, telur, atau susu, produk olahan susu, seperti yogurt, keju, serta kefir.
Juga dapat memenuhi kebutuhan protein dengan mengonsumsi sumber protein nabati, seperti biji-bijian, kacang-kacangan, gandum, tempe, dan tahu.
Baca Juga Tips Sehat, Olahraga Ringan Dapat Memperpanjang Umur Selain Jalan Kaki
Baca Juga Tips Sehat Berjemur di Pagi Hari Juga Bisa Atasi Mood
Berikut fungsi protein dalam tubuh:
Membantu proses pembentukan sel dan jaringan tubuh yang baru.
Memperbaiki sel dan jaringan tubuh yang rusak.
Sebagai sumber asam amino.
Menjaga kesehatan tulang dan otot.
Mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh.
Menjaga fungsi kognitif otak.
Lalu berapa kebutuhan protein dalam tubuh yang diperlukan setiap harinya?
Kebutuhan protein harian tubuh secara umum dapat dihitung berdasarkan berat badan.
Cara menghitung kebutuhan protein harian berdasarkan berat badan adalah mengalikan 1 kilogram berat badan dengan 0,8 gram protein per hari.
Jadi, jika Anda memiliki berat badan sebesar 55 kilogram, maka akan membutuhkan 44 gram protein per hari.
Selain itu, cara mengetahui kebutuhan protein harian lainnya adalah dengan mengikuti anjuran Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
Menurut AKG tahun 2019, kebutuhan protein harian setiap individu dibagi berdasarkan usia dan jenis kelamin. Berikut penjelasannya.
1. Kebutuhan Protein Bayi dan Anak-Anak