Api Karhutla Ancam Rumah Bekantan, Gubernur Muhidin: "Habitatnya Harus Kita Jaga"
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam kawasan hutan di Kalimantan Selatan, termasuk habitat bekantan dan satwa liar lainnya.
Kondisi ini menjadi perhatian Gubernur Kalsel H Muhidin.
Ia mengingatkan agar penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga memastikan habitat satwa tetap terlindungi.
Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah bekantan, satwa endemik Kalimantan yang masih dapat ditemukan di sejumlah kawasan hutan lindung di Kalsel.
“Di dalam hutan lindung ini kan bermacam-macam satwa, ada ular dan satwa lainnya. Apalagi bekantan, ini yang harus kita jaga,” ujar H Muhidin usai Rapat Koordinasi Pembagian Tugas Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan serta Kekeringan di Gedung Idham Chalid, Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Kamis (17/9/2026).
Menurut H Muhidin, bekantan dikenal sebagai satwa yang pemalu dan cenderung menghindari manusia.
Baca juga: Bangkai Kapal Virgo Masuk ke Kedalaman 29 Meter, Tim Penyelam TNI AL Pasang Tali Tambat
Baca juga: Asap Ganggu 16 Penerbangan di Palangka Raya, Garuda Terpaksa Mendarat di Balikpapan
Ketika merasa keberadaan manusia terlalu dekat, bekantan biasanya langsung menjauh.
“Bekantan ini kalau melihat kita, dia langsung lari, karena termasuk satwa yang pemalu. Jadi yang penting habitatnya harus kita jaga,” katanya.
Bukan Hanya Satwanya, Pohon Makanannya Juga Harus Dijaga
Perlindungan bekantan, menurut H Muhidin, tidak bisa dipisahkan dari kondisi habitatnya.
Sebab, ketika hutan terbakar, bukan hanya tempat tinggal satwa yang hilang. Tumbuhan yang menjadi sumber makanan mereka juga dapat ikut terdampak.
Ia secara khusus mengingatkan agar pohon rambai yang menjadi salah satu sumber makanan bekantan turut dijaga dari ancaman api.
“Di daerah lain juga kita mengimbau supaya makanannya, seperti pohon rambai, dijaga jangan sampai terbakar. Karena rambai itu salah satu makanan bekantan,” jelasnya.
H Muhidin menyebut keberadaan bekantan di kawasan pedalaman masih cukup banyak. Namun, untuk melihatnya dari dekat bukan perkara mudah.