WARTABANJAR.COM, BATULICIN –  
Siring laut sepanjang 560 meter di Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan dibangun untuk mengantisipasi gelombang pasang. 

Pembangunan siring berguna untuk mengurangi dampak gelombang laut sekaligus menahan laju abrasi yang mengarah ke kawasan permukiman dan lingkungan di belakang garis pantai. 

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif membangun siring ini atas usulan warga bersama Kelurahan Pagatan yang telah disampaikan selama beberapa tahun.

Bagi warga, keberadaan siring laut penting karena ancaman gelombang tinggi bukan persoalan baru. Setiap penghujung tahun, ketika gelombang laut mulai meninggi, masyarakat di kawasan pesisir kembali dihadapkan pada kekhawatiran air laut masuk ke daratan.

Pengalaman tersebut pernah terjadi cukup parah pada Desember 2022. Gelombang pasang menyebabkan sejumlah makam di kawasan pesisir Kusan Hilir terbongkar. 

Peti jenazah, kain kafan hingga tulang-belulang dilaporkan berserakan setelah kawasan pemakaman diterjang gelombang.

Baca juga: Bangkai Kapal Virgo Masuk ke Kedalaman 29 Meter, Tim Penyelam TNI AL Pasang Tali Tambat

Baca juga: Asap Ganggu 16 Penerbangan di Palangka Raya, Garuda Terpaksa Mendarat di Balikpapan

“Kalau sudah akhir tahun, kami biasanya mulai waswas melihat laut. Takut gelombangnya besar dan air naik lagi. Dulu makam sampai terbongkar, jasad dan tulang berserakan di pantai. Waktu itu ramai juga, viral,” kata warga Kelurahan Pagatan, Darmansyah (43), Rabu (9/9/2026).

Kondisi tersebut menggambarkan risiko yang dihadapi masyarakat di kawasan pesisir. 

Ancaman gelombang tidak hanya berpotensi berdampak terhadap rumah warga, tetapi juga kawasan pantai yang menjadi bagian dari ruang hidup masyarakat, termasuk lokasi pemakaman dan berbagai aktivitas warga.

Pembangunan siring laut dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanah Bumbu pada 2025. 

Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi kawasan di belakang garis pantai dari tekanan gelombang dan abrasi. (Wartabanjar.com/*)