Udara Kabur di Prakiraan Cuaca Kalsel Hari ini, Jarak Pandang Minim
WARTABANJAR.COM - Udara kabur diprediksi melanda hampir merata di seluruh Kalimantan Selatan pada pagi hari, Jumat (18/9/2026).
Prakiraan cuaca Kalsel memprediksi udara kabur di 10 kabupaten kota, kecuali daerah pesisir Tanah Bumbu, Tanah Laut, dan Kotabaru.
Diketahui udara kabur adalah istilah dalam prakiraan cuaca dari BMKG yang merujuk pada kondisi menurunnya jarak pandang akibat partikel tertentu di udara.
Di Kalsel, udara kabur disebabkan kabut asap kebakaran lahan dan hutan (karhutla).
Berdasarkan data meteorologi, jarak pandang pada kondisi udara kabur berkisar antara 1 sampai 5 kilometer.
Langit atau suasana sekitar terlihat kurang jernih atau agak berbayang.
Baca juga: Bangkai Kapal Virgo Masuk ke Kedalaman 29 Meter, Tim Penyelam TNI AL Pasang Tali Tambat
Baca juga: Asap Ganggu 16 Penerbangan di Palangka Raya, Garuda Terpaksa Mendarat di Balikpapan
Pada siang hari, cuaca wilayah Kalsel diprediksi cerah berawan.
Adapun suhu maksimum hari ini mencapai 36 derajat celcius untuk wilayah Banjarbaru, Banjar, Tapin.
Sementara suhu maksimum wilayah lainnya mencapai 35 derajat celcius.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal September 2026 secara umum didominasi oleh kondisi cuaca panas dan kering seiring puncak musim kemarau di berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan pantauan BMKG), suhu udara pada siang hari terasa cukup terik dengan suhu maksimum di beberapa daerah bisa mencapai 34°C hingga 36°C
Sejumlah wilayah, terutama di Kalimantan dan Sumatera, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan meteorologis serta risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Meskipun didominasi cuaca kering, potensi hujan ringan atau lokal tetap ada di sebagian kecil wilayah Indonesia
Secara umum, curah hujan pada periode Agustus III hingga September II 2026 diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, sekitar 0–150 mm/dasarian.
Curah hujan rendah (<50 mm/dasarian) masih mendominasi banyak wilayah Indonesia, terutama Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, serta sebagian Papua.