WARTABANJAR.COM, BARABAI – Pembelajaran tatap muka di seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan kembali dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

PJJ kembali diterapkan pada Jumat dan Sabtu, 18-19 September 2026, setelah hasil pemantauan menunjukkan indeks PM2.5 mencapai 214 yang masuk kategori sangat tidak sehat.

Kepala Dinas Pendidikan HST Muhammad Anhar mengatakan, pengalihan pembelajaran dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara tersebut.

“Karena indeks PM2.5 kita mencapai 214 dan masuk kategori sangat tidak sehat, untuk sementara pembelajaran tatap muka kembali dialihkan ke PJJ pada 18 dan 19 September,” ujar Anhar, Kamis (17/9/2926).

Menurutnya, selama PJJ peserta didik tetap mengikuti kegiatan belajar dari rumah melalui modul dan penugasan yang diberikan guru. Orang tua atau wali murid juga diharapkan ikut mendampingi proses belajar anak.

Baca juga: Bangkai Kapal Virgo Masuk ke Kedalaman 29 Meter, Tim Penyelam TNI AL Pasang Tali Tambat

Baca juga: Asap Ganggu 16 Penerbangan di Palangka Raya, Garuda Terpaksa Mendarat di Balikpapan

“Untuk anak-anak tetap belajar dari rumah melalui modul dan penugasan dari guru. Orang tua juga diharapkan ikut mendampingi selama PJJ berlangsung,” katanya.

Pengalihan pembelajaran tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan Dinas Pendidikan HST Nomor 400.3/1958/SD/DIK/2026 tertanggal 17 September 2026 tentang pengalihan belajar mengajar menjadi PJJ pada satuan pendidikan se-Kabupaten HST.

Dalam surat itu, PJJ diberlakukan bagi peserta didik. Sementara kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan tetap melaksanakan aktivitas di satuan pendidikan untuk mempersiapkan materi pembelajaran, memantau pelaksanaan PJJ serta menyelesaikan administrasi sekolah.

Dinas Pendidikan juga meminta satuan pendidikan menyiapkan bahan ajar, modul dan mekanisme PJJ dengan tetap memperhatikan capaian kompetensi peserta didik.

Untuk pelaksanaan pembelajaran pada Senin (21/9/2026), Dinas Pendidikan HST akan melihat perkembangan kualitas udara pada Minggu (20/9/2026).

“Untuk Senin nanti kita lihat lagi perkembangan kualitas udara pada Minggu. Keputusan selanjutnya akan disampaikan melalui pemberitahuan resmi,” jelas Anhar.

Selain memantau kualitas udara, sekolah juga diminta memperhatikan kondisi kesehatan warga sekolah.