WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Haji Muhidin mengurai makna tema Hari Jadi Ke-76 Provinsi Kalsel di sidang Paripurna DPRD Kalsel.
 
Dalam rapat paripurna di ruang H Mansyah Addrian, Gubernur Kalsel itu mengungkapkan tema hari jadi tahun ini adalah “Tugul Maharagu, Bagawi Laju, Banua Maju”.

Rapat paripurna dipimpin lengkap oleh pimpinan DPRD Kalsel yakni Ketua Supian HK, didampingi tiga Wakil Ketua Kartoyo, Alpiya Rakhman, dan Desy Oktavia Sari.

Hadir di acara ini, selain Muhidin juga Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

Dan yang menarik perhatian adalah kehadiran mantan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor.

Muhidin menegaskan peringatan hari jadi tahun ini menjadi ruang untuk merefleksikan perjalanan pembangunan sekaligus meneguhkan semangat bersama dalam menjaga dan memajukan Kalsel.

Ia pun memberi apresiasi kepada DPRD Kalsel atas sinergi yang selama ini terjalin dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah.

Baca Juga: Gunakan Ranting Pohon, Gubernur Kalsel Padamkan Karhutla di Pengayuan

Baca Juga: Kadis PUPR Kalsel Tinjau Langsung Lokasi Karhutla, Dukung Kesiapsiagaan Bencana

Menurutnya, tema Hari Jadi ke-76 Kalsel memiliki makna yang erat dengan semangat pembangunan.

“Tugul Maharagu” dimaknai sebagai upaya menjaga dan merawat berbagai nilai yang dimiliki daerah.

Lalu, sedangkan “Bagawi Laju” mengandung semangat untuk bekerja cepat dan tepat demi mewujudkan “Banua Maju”.

Semangat tersebut, lanjut Muhidin, membutuhkan dukungan dan kerja bersama seluruh elemen daerah.

Sementara itu, Hasnuryadi Sulaiman memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang diraih Kalsel sepanjang 2026.

Di antaranya, masuk lima besar nasional dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah berkinerja tinggi.

Kalsel juga kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kali ke-13 secara berturut-turut.

Capaian lainnya turut terlihat dalam upaya penanganan stunting dan kemiskinan di daerah.

Sedangkan Ketua DPRD Kalsel Supian HK menilai peringatan Hari Jadi bukanlah sekadar agenda seremonial tahunan.

Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya kebersamaan dalam melanjutkan pembangunan daerah.