WARTABANJAR.COM – Larangan penggunaan front start device di MotoGP mulai seri Belanda 2026, ternyata tidak disambut negatif oleh semua pebalap.
Sebagian pebalap menilai aturan yang bertujuan meningkatkan keselamatan itu, merupakan peluang baru untuk tampil lebih kompetitif. Salah satunya rookie LCR Honda, Diogo Moreira.
Pebalap asal Brasil tersebut mengaku aturan baru ini justru cocok dengan latar belakangnya sebagai mantan pebalap Moto2.
“Sebelumnya kita perlu beradaptasi, memainkan kopling dan juga rem belakang. Pada akhirnya buat saya yang datang dari Moto2, aturan ini bagus,” katanya dikutip dari Crash, Sabtu (27/06/2026).
Bagi Moreira, perubahan aturan membuat proses start menjadi lebih familiar, karena karakter motor lebih mendekati yang biasa digunakan di Moto2.
Dengan begitu, adaptasi menuju MotoGP bisa sedikit lebih mudah dibanding saat masih menggunakan perangkat start depan.
“Karena di Moto2 kami tidak punya sistem anti-wheelie dan kontrol seperti ini di motor. Jadi buat saya ini bukan perubahan besar. Kami sudah melihat datanya dan hasilnya cukup baik, jadi menurut saya ini seharusnya menguntungkan,” kata Moreira.
Pandangan serupa juga datang dari rookie lain, Toprak Razgatlioglu. Menurut juara dunia WorldSBK itu, penghapusan front start device menjadi langkah positif dari sisi keselamatan.
Baca Juga: Nasib Sedih Veda Ega di Moto3 Belanda 2026, Motor Cuma Satu Rusak saat Crash di Sirkuit Assen







