WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Tingginya harga bibit bawang merah serta besarnya permintaan pasar mendorong petani di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, mencari cara baru untuk menekan biaya produksi.

Salah satunya dilakukan Ahong, petani asal Desa Banyu Tajun, Kecamatan Tanjung, yang mulai mengembangkan budidaya bawang merah dari biji.

Setelah sebelumnya berhasil membudidayakan bawang merah menggunakan bibit umbi, Ahong kini mencoba menanam bawang merah jenis Merah F1 yang berasal dari biji.

Metode ini dipilih karena dinilai lebih hemat dibandingkan menggunakan bibit umbi yang harganya relatif mahal.

Menurut Ahong, bibit umbi masih banyak didatangkan dari Pulau Jawa sehingga biaya produksi menjadi lebih tinggi.

Sementara itu, budidaya dari biji diharapkan dapat menjadi solusi sekaligus pengalaman baru dalam mengembangkan usaha taninya.

BACA JUGA: Sejumlah Rumah di Tembikar Kanan Kabupaten Banjar Roboh, Penghuni Terjebak di Balik Reruntuhan

Baca Juga Dugaan Pembakaran Rumah di Pasar Lama Banjarmasin, Tim Macan Resta Langsung Bergerak

Budidaya tersebut saat ini dilakukan di lahan seluas sekitar 20 borongan dengan kurang lebih 10.000 lubang tanam.

Meski masih dalam tahap uji coba, ia optimistis tanaman dapat tumbuh dengan baik melalui perawatan yang lebih intensif.

"Sebetulnya tidak ada tips khusus, cuma karena kita lahan coba-coba masih penjajakan jadi belum ada tips khusus. Yang jelas perhatiannya harus ditingkatkan dibanding tanaman lain karena ini baru pertama," ujar Ahong, Sabtu (25/7/2026).

Meski memiliki keunggulan dari sisi biaya, budidaya bawang merah dari biji membutuhkan waktu tanam yang lebih panjang.

Proses penyemaian dapat berlangsung hingga dua bulan sebelum bibit dipindahkan ke lahan, lebih lama dibandingkan metode menggunakan umbi.

Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat Ahong.

Ia berharap percobaan tanam perdana ini mampu menghasilkan panen yang baik dan menjadi alternatif bagi petani lain di Tabalong untuk mengembangkan komoditas bawang merah dengan biaya produksi yang lebih efisien.

Selain itu, Ahong juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan terhadap pengembangan budidaya bawang merah di Tabalong.