Jurgen Klopp Resmi Nakhodai Timnas Jerman, Pep Guardiola Tolak Italia
WARTABANJAR.COM - Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) resmi mengumumkan Jurgen Klopp sebagai pelatih kepala tim nasional Jerman yang baru.
Pelatih berusia 59 tahun itu ditunjuk menggantikan Julian Nagelsmann, setelah Der Panzer gagal memenuhi ekspektasi pada Piala Dunia 2026.
Klopp dikontrak selama empat tahun hingga berakhirnya Piala Dunia 2030, dengan tugas utama mengembalikan Jerman ke jajaran elite sepak bola dunia.
Penunjukan Klopp telah mendapat persetujuan dari dewan DFB, dan ia dijadwalkan mulai bekerja pada pertengahan Agustus 2026.
Debut resminya akan berlangsung pada September 2026 mendatang ketika Jerman menghadapi Belanda di ajang UEFA Nations League.
Setelah itu, tim asuhannya juga akan melakoni laga melawan Serbia dan Yunani.
Keputusan menerima jabatan tersebut, sekaligus menandai kembalinya Klopp ke dunia kepelatihan setelah hampir dua tahun meninggalkan Liverpool.
Baca Juga: Pep Guardiola Diincar Sebagai Pelatih Timnas Italia, FIGC Siap Beri Perlakuan Khusus
Baca Juga: 2 Bulan Lagi Ronaldo Pensiun, Duel Portugal vs Wales Laga Terakhir CR7
Selama periode itu, ia sempat menolak sejumlah tawaran melatih klub sebelum akhirnya memilih memulai pengalaman baru bersama tim nasional.
Klopp mengaku merasa terhormat dipercaya menangani negaranya sendiri. Menurutnya, tim nasional memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar urusan sepak bola.
"Tim nasional mampu menyatukan rakyat Jerman seperti hampir tidak ada hal lain. Itulah yang membuat pekerjaan ini terasa begitu istimewa bagi saya," ujar Klopp.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Red Bull, tempatnya bekerja selama satu setengah tahun terakhir, karena memberikan dukungan penuh hingga proses kepindahannya ke DFB dapat terwujud.
"Saya bersyukur atas semua pengalaman yang saya dapat bersama Red Bull, termasuk keterbukaan mereka yang memungkinkan kesepakatan ini tercapai," lanjutnya.
Klopp menegaskan dirinya tidak ingin menjanjikan kesuksesan secara instan.
Sebaliknya, ia ingin membangun tim yang bermain dengan semangat tinggi, saling mendukung, dan mampu kembali mendapatkan kepercayaan publik Jerman.