WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Para jemaah haji Indonesia sekarang sedang masa pemulangan setelah sekitar beberapa pekan di Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji 2026.

Selama melaksanakan rangkaian ibadah haji tersebut, tentunya sangat menguras kekuatan fisik, belum lagi lamanya dan jauhnya perjalanan sehingga jemaah disarankan beristirahat setelah tiba di rumah agar kesehatan tetap terjaga.

Tak sedikit jemaah yang kembali ke Tanah Air dalam kondisi fisik menurun, sehingga rentan mengalami gangguan kesehatan.

Menurut Ira Purnamasari, dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya, mengatakan jemaah haji harus waspada terhadap sejumlah penyakit yang umum terjadi setelah pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Faktor kelelahan, cuaca ekstrem, kepadatan jumlah jemaah, dan perubahan pola hidup selama haji menjadi pemicu utamanya.

Lantas apa saja penyakit yang rentan terjadi setelah pulang haji?

Mengutip berbagai sumber, Rabu (24/6/2026), ini beberapa penyakit tersebut dan cara menjaga kesehatan jemaah setelah tiba di Tanah Air: 

Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)

ISPA menjadi penyakit paling umum yang dialami jemaah haji.

Penyebab utamanya adalah kelelahan, paparan debu, serta kontak dekat dengan orang-orang dari berbagai negara.

Gejalanya meliputi batuk, pilek, demam, dan sakit tenggorokan.

MERS (Middle East Respiratory Syndrome)

MERS adalah penyakit infeksi yang menyerang saluran pernapasan, yang disebabkan oleh virus MERS-CoV.

Penyakit ini banyak ditemukan di negara Timur Tengah.

MERS lebih berisiko menyerang para lansia yang memiliki kekebalan tubuh lemah, serta mengidap penyakit kronis.

Gejalanya meliputi demam, batuk, sesak napas, gangguan pencernaan, dan nyeri otot.

Komplikasi yang dapat terjadi adalah gagal napas, infeksi yang meluas, gagal organ, hingga kematian.

BACA JUGA: Pemerintah Arab Saudi Apresiasi Layanan Kesehatan Haji Indonesia

BACA JUGA: Klinik Kesehatan Haji Indonesia Telah Layani 3.745 Jemaah Haji Sakit di Mekkah

COVID-19

COVID-19 merupakan penyakit yang sebelumnya menjadi pandemi.

Kendati di 2026 ini pandemi COVID-19 sudah berakhir, namun jemaah tetap dianjurkan menjaga kesehatan agar tak terpapar virusnya.