Calon Penumpang Pesawat Diangkut Pakai Bus, Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya Ditutup
WARTABANJARA.COM, PALANGKA RAYA - Calon penumpang pesawat yang tetap harus melakukan penerbangan diangkut pakai bus dari Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya Kalimantan Tengah menuju Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Kalimantan Selatan.
"Pagi tadi ada sekitar 18 calon penumpang yang diberangkatkan menggunakan satu bus besar menuju Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin," kata General Manager Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Darmawan, Rabu (23/9/2026).
Mulai Rabu, penerbangan dari dan menuju bandara tersebut dihentikan sementara karena jarak pandang di landasan pacu berada pada kondisi yang tidak memungkinkan untuk operasional pesawat.
Baca juga: Propam Polda Kalsel Periksa Perwira Polresta Banjarmasin, Dilaporkan Peluk Siswi Magang
Baca juga: Selebgram Kalteng Hilang Sejak Februari 2024, Ternyata Dibunuh Suami karena Pinjol
Darmawan mengatakan pada Rabu pagi, jarak pandang di kawasan landasan pacu hanya berkisar 300 hingga 500 meter akibat terhalang kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Seperti kita lihat kondisi di Bandara Tjilik Riwut pagi ini hampir tidak ada pergerakan penumpang. Dampak kabut asap membuat jarak pandang di landasan pacu sangat minimal, yakni berkisar 300 hingga 500 meter," kata Darmawan.
Sejak 17 September 2026, sejumlah penerbangan mengalami penundaan, perubahan jadwal hingga pembatalan akibat jarak pandang yang berada di bawah batas yang dipersyaratkan untuk operasional penerbangan.
"Mulai dari hari ini, teman-teman maskapai sudah menyatakan untuk no off. Mudah-mudahan kondisi kabut asap ini segera berlalu, karena pertimbangannya adalah aspek keselamatan masyarakat pada saat kegiatan take off dan landing pesawat udara," ujarnya.
Penghentian penerbangan tersebut memiliki durasi berbeda pada masing-masing maskapai.
Berdasarkan pemberitahuan yang diterima pengelola bandara, Lion Group menghentikan penerbangan hingga Kamis (24/9/2026), sedangkan Garuda Indonesia dan Citilink hingga Sabtu (26/9/2026).
Meski demikian, pengelola Bandara Tjilik Riwut masih memantau perkembangan kondisi jarak pandang dan cuaca berdasarkan informasi BMKG.
Jika kondisi memungkinkan, penerbangan diharapkan dapat kembali beroperasi sebelum batas waktu yang disampaikan maskapai.