Artikel 4: Naskah Lengkap Pleidoi Nadiem Makarim, Masa Lalu Bertengkar dengan Masa Depan
Yang Mulia, pengadaan laptop hanyalah satu bagian kecil dari program digitalisasi pendidikan. Banyak yang mungkin tidak menyadari, bahwa hal yang lebih krusial adalah pengembangan platform teknologi yang terpadu, yang bukan hanya memberikan akses materi belajar dan mengajar, tapi juga menutup celah korupsi dan kerugian negara. Penggunaan teknologi meningkatkan seluruh transparansi anggaran dan transparansi kegiatan. Namun, banyak sekali pihak yang tidak menginginkan transparansi tersebut.
Platform Merdeka Mengajar, aplikasi yang digunakan lebih dari 2 juta guru di Indonesia, menghilangkan berbagai acara pelatihan offine berbayar yang menguntungkan berbagai pihak. Triliunan anggaran yang biasanya dikerahkan untuk pelatihan kurikulum lenyap dengan pelatihan gratis via aplikasi. Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang beralih dari materi hafalan ke logika dan nalar kritis, menutup lahan bisnis bimbel dan buku soal yang terus membebani orang tua, dan menutup jual beli bocoran soal yang menjadi sumber pendapatan banyak oknum.
Pemutakhiran SIPLAH atau e-commerce untuk sekolah menutup celah permainan anggaran antara oknum pemda dan kepala sekolah di daerah. Dengan digitalisasi PPG online dan juga Seleksi Kompetensi P3K online, permainan bawah meja untuk mendapatkan sertifikasi dan status ASN, lenyap seketika.
Teknologi bukan hanya menjadi alat perubahan. Teknologi adalah senjata terbaik melawan korupsi dan bocornya anggaran pendidikan. Ironi terbesar kasus ini adalah selama saya menjabat, saya terus berjuang melawan korupsi, dengan mendigitalisasi segala sistem tata kelola pendidikan. Transparansi yang saya bangun itu ternyata dilawan balik. Seperti yang dikatakan seorang mantan dirjen saya dan budayawan, “masa lalu sedang menyerang masa depan”.
Inilah konflik yang sedang terjadi di negara kita. Masa lalu sedang bertengkar dengan masa depan. Kelompok yang ingin perubahan bentrok dengan kelompok yang ingin menjaga status quo. Saya yakin bukan hanya saya yang merasakan gesekan ini.