WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Kepastian masa depan bayi laki-laki, yang ditemukan berbungkus plastik di bawah jembatan besi Kelurahan Pabahanan Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut (Tala) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Sabtu 11 Juli 2026, mulai menemui titik terang.

Ini setelah Pengadilan Negeri (PN) Pelaihari menggelar sidang perdana penetapan bayi tersebut sebagai anak negara pada Senin (28/9/2026) atas permohonan Dinas Sosial (Dinsos) Tala.

Putusan persidangan dapat menjadi pijakan hukum krusial agar negara bisa mengambil alih hak pengasuhan, sekaligus membuka jalan resmi bagi masyarakat yang ingin mengadopsi bayi tersebut secara sah.

Baca juga: Bus Trans Banjarbakula dan Trans Banjarmasin Bakal Satu Tarif, Rp5.000 Selama 90 Menit

Baca juga: Akhirnya Bangkai Kapal Virgo Segera Diangkat, Peralatan Salvage Dikirim dari Singapura

Dinsos Tala tak ingin gegabah dalam menentukan nasib sang bayi. 

Dalam persidangan, Dinsos menghadirkan tiga saksi kunci.

"Saksi pertama Sutardi sebagai penemu bayi, saksi kedua Wahyudi Efansyah yakni ketua RT tempat ditemukannya bayi dan saksi tiga Ujang Sutardi yakni anggota Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tala," kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Tala, Supinal Anwar, saat memberikan keterangan kepada Wartabanjar.com, Selasa (29/9/2026).

Persidangan dikawal langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tanah Laut, Eko Trianto, guna memastikan seluruh berkas dan legalitas permohonan berjalan lancar.

Dalam keterangannya, Sutardi mengatakan kala itu sekitar pukul 03.31 Wita, dia mendengar tangis bayi di bawah jembatan Pabahanan. 

Suara ini menghentikan langkah Sutardi yang hendak memeriksa jaring ikannya. 

Saat memeriksa asal suara, dia mendapati bayi dalam plastik penuh bercak darah.

Bayi malang itu langsung diselamatkannya bersama warga dan kemudian dilarikan ke RSUD Hadji Boejasin Pelaihari untuk mendapat penanganan medis.

Setelah kondisinya pulih, pada 21 Juli 2026 Dinsos Tanah Laut memboyong sang bayi ke Panti Mulia Satria Banjarbaru demi menjamin tumbuh kembang serta keamanannya. 

Kini, kondisi kesehatan bayi tersebut dilaporkan terus menunjukkan tren positif selama dalam perawatan panti.