Artikel 4: Naskah Lengkap Pleidoi Nadiem Makarim, Masa Lalu Bertengkar dengan Masa Depan
Jaksa secara gamblang mengambil nilai kekayaan dari LHKPN saya di 2022 sebesar Rp4,8T, dan digunakan seutuhnya sebagai besaran Uang Pengganti dengan alasan saya tidak bisa menjelaskan dari mana kekayaan itu. Yang Mulia, dengan segala kerendahan hati, nilai saham GoTo yang saya laporkan secara jujur, terbuka, dan utuh setiap tahun dalam LHKPN, bisa diakses secara publik. Semua pengamat pasar saham mengetahui harga saham GoTo melambung saat IPO di tahun 2022, lalu turun drastis di awal 2023. Rp4,8T adalah murni nilai kekayaan saya di atas kertas di puncak nilai saham saat IPO dengan saham yang sudah saya miliki 5 tahun sebelum menjadi menteri.
Dan inilah yang sulit saya pahami, Yang Mulia. Tuntutan Uang Pengganti yang harus saya bayar adalah tiga kali lipat dari kerugian negara yang dihitung oleh BPKP, dan sepuluh kali lipat dari nilai kekayaan saya di akhir masa jabatan. Pemahaman saya, Uang Pengganti itu harus dibuktikan aliran dana nyata yang langsung berasal dari uang negara. Sudah dibuktikan tidak ada sepeserpun uang negara masuk ke kantong saya maupun ke GoTo. Apabila saya dikenakan Uang Pengganti, tidak akan ada pejabat yang mau jujur mengumumkan kekayaannya.
Majelis yang terhormat, meskipun saya tidak melakukan korupsi, kadang saya merasa akan lebih mudah untuk menerima musibah ini, kalau saya terbukti melakukan kesalahan administratif atau mungkin saya lalai dalam pengawasan, sehingga tanpa sengaja menyebabkan kerugian negara. Tetapi kenyataannya terbalik, program Chromebook adalah salah satu program paling bermanfaat di lapangan. Faktanya, Chromebook ini menghemat anggaran dan berdampak bagi jutaan murid dan guru di seluruh Indonesia. Semua prosedur sudah dijalankan dengan asas keberhati-hatian. Sungguh miris, dakwaan menyebut Chromebook tidak berdasarkan kebutuhan nyata, padahal di masa COVID hampir semua guru berteriak membutuhkan sarana TIK secara serentak.