Sempat Bikin Heboh Jagat Maya, Pendaki Hilang di Gunung Hauk Ditemukan Selamat
WARTABANJAR.COM, PARINGIN - Jagat media sosial sempat dihebohkan dengan kabar hilangnya seorang pendaki di Gunung Hauk, Desa Ajung, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, pada Selasa (29/09/2026) dinihari.
Namun, kepanikan warganet tak berlangsung lama, setelah tim pencari berhasil menemukan sang pendaki dalam kondisi sehat walafiat.
Pendaki tersebut diketahui bernama Ahmad Abdalawi (22), seorang mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin.
Informasi hilangnya Abdalawi, sempat menyebar cepat dan memicu kekhawatiran banyak pihak.
Beruntung, aksi siaga warga setempat bersama tim relawan yang langsung menyisir lokasi, membuahkan hasil dalam waktu singkat.
Ketua Pokdarwis Karang Bintang, Herliansyah, membenarkan bahwa proses pencarian berakhir jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.
Abdalawi ditemukan dalam kondisi selamat, meski sempat terpisah jauh dari rombongannya.
"Yang bersangkutan terpisah dari teman-temannya dan jalan sendiri," terang Herliansyah saat dikonfirmasi, Selasa (29/09/2026) pagi.
Di balik insiden yang sempat menyita perhatian publik ini, terungkap fakta bahwa Abdalawi ternyata mendaki secara 'gelap', alias tidak terdaftar di posko utama.
Baca Juga: Dana Rp760 Miliar Belum Cair, Pemkab Balangan Terpaksa Wacanakan Utang
Baca Juga: Langit Tabalong dan Balangan Hampir Memerah Akibat Kabut Asap
Herliansyah mengungkapkan, rombongan Abdalawi mulai mendaki pada Senin (28/09/2026) pagi.
Ketika memutuskan turun dari puncak pada Selasa dini hari, Abdalawi justru tersesat dan keluar dari jalur resmi, hingga akhirnya menghilang dari rombongan.
"Dia naik bersama rekan-rekannya. Dari 10 orang dalam rombongan, ternyata ada dua orang yang tidak melakukan registrasi," ungkap Herliansyah.
Fakta inilah yang sempat menyulitkan pengelola, karena jumlah pendaki di atas tidak terdata dengan pasti.
Atas kejadian ini, pihak pengelola wisata Gunung Hauk mengeluarkan imbauan tegas kepada para pecinta alam.
Setiap pendaki diwajibkan tertib melakukan registrasi, sebelum mendaki dan dilarang keras menyimpang dari jalur resmi.
"Kami imbau pendaki selalu mengikuti arahan pengelola, tetap di jalur resmi, dan jangan sekali-kali nekat jalan sendiri tanpa memahami medan," tegasnya. (Wartabanjar.com/*)