Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Awet dan Tak Mudah Busuk

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Salah satu momen membahagiakan saat Hari Raya Idul Adha adalah pembagian daging kurban.

Namun, terkadang daging kurban tak bisa segera dimasak karena berbagai alasan, sehingga penerimanya memilih untuk menyimpannya dulu untuk dimasak di lain waktu.

Jika harus disimpan dulu, tentunya memerlukan tips agar dagingnya awet dan tak cepat busuk.

Jika busuk, tentunya akan menimbulkan bahaya bagi kesehatan.

Lantas, bagaimanakah cara menyimpan daging kurban agar awet lebih aman dan tak mudah busuk?

Mengutip berbagai sumber, Kamis (28/5/2026), berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan:

BACA JUGA: Tak Perlu Detoks Pencernaan Usai Banyak Makan Daging Kurban, Cukup Lakukan Pola Makan Mudah ini Saja

BACA JUGA: 4 Cara Mengolah Daging Kurban Agar Tetap Aman Dikonsumsi Menurut MUI

  1. Jangan biarkan terlalu lama di suhu ruang atau di luar freezer/kulkas. Jika terlalu lama di suhu ruang, daging akan mudah busuk. Idealnya, daging paling lama di suhu ruang 2 jam saja setelah diterima, kemudian harus segera dimasukkan ke kulkas atau freezer agar awet lebih lama.
  2. Pisahkan daging dan jeroannya baik yang merah dan hijau, sebab jika disatukan di wadah yang sama daging akan mudah busuk. Ketua Kelompok Substansi Pengawasan Keamanan Produk Hewan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementan, drh. Ira Firgorita, dalam sebuah webinar yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Kamis (21/5/2026) menyarankan jeroan hijau direbus terlebih dahulu sebelum dibagikan.
  3. Hanya perlu dikeringkan dengan tisu dapur. Setelah diterima, banyak orang langsung mencuci seluruh daging kurban begitu sampai di rumah. Padahal, tidak semua daging perlu dicuci terlebih dahulu. Menurut drh Ira, daging yang diterima dalam kondisi bersih dan kering sebenarnya tidak perlu dicuci lagi sebelum disimpan, kecuali jika kotor seperti terkena tanah, rumput, bulu hewan, atau tercampur isi jeroan maka harus dicuci dulu dengan air mengalir. Setelah dibersihkan, daging harus ditiriskan lalu dikeringkan menggunakan tisu dapur agar kelembabannya berkurang. Kondisi yang terlalu lembab dapat mempercepat pertumbuhan bakteri selama penyimpanan.
  4. Cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh daging kurban agar lebih higienis dan aman dari bakteri yang menempel di tangan. Sebelum dan sesudah memegang daging mentah, tangan sebaiknya dicuci menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi risiko kontaminasi silang, terutama bila di dapur juga ada makanan matang atau sayuran segar. Selain tangan, talenan dan pisau untuk daging mentah juga sebaiknya dipisahkan dari alat yang digunakan untuk makanan matang.
  5. Gunakan wadah bersih dan food grade. Cara penyimpanan juga menentukan kualitas daging selama berada di kulkas atau freezer. Daging sebaiknya disimpan dalam wadah bersih yang tertutup rapat untuk mengurangi risiko kontaminasi bakteri dari bahan makanan lain. Selain menjaga kualitas daging tetap baik, wadah tertutup juga membantu mencegah cairan daging menetes dan mencemari bahan makanan lain di dalam kulkas.
  6. Pisahkan daging sesuai porsi sekali masak. Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya Direktorat PMPUPO BPOM, Retno Anggrina Khalistha Dewi, S.Si, Apt, M.Biomed, mengingatkan daging kurban sebaiknya langsung dibagi dalam porsi kecil sebelum disimpan di freezer.
  7. Menurutnya, masih banyak orang menyimpan daging dalam satu bongkahan besar. Akibatnya, saat akan dimasak, seluruh daging harus dicairkan atau dipotong terlebih dahulu sehingga meningkatkan risiko kontaminasi baru.
  8. Beri label agar tidak lupa urutan penyimpanan. Freezer yang penuh daging sering membuat orang lupa mana stok lama dan mana yang baru disimpan. Akibatnya, daging yang lebih dulu masuk justru tertinggal terlalu lama di bagian belakang freezer. Karena itu, setiap wadah atau plastik daging sebaiknya diberi label tanggal penyimpanan. Cara ini membantu menerapkan prinsip FIFO atau First in First out, yaitu stok yang disimpan lebih dulu sebaiknya digunakan lebih dulu. Prinsip FIFO membantu menjaga kualitas daging tetap baik sekaligus mengurangi risiko bahan makanan tersimpan terlalu lama tanpa disadari.
  9. Perhatikan suhu penyimpanan. Suhu penyimpanan menjadi faktor penting untuk memperlambat pertumbuhan bakteri pada daging segar. Untuk konsumsi dalam satu sampai dua hari, daging dapat disimpan di chiller dengan suhu sekitar 4 derajat Celsius. Sementara untuk penyimpanan lebih lama, freezer dengan suhu minus 18 derajat Celsius dinilai lebih aman dan dapat mempertahankan kualitas daging hingga beberapa bulan.

Demikian tips menyimpan daging kurban agar awet lebih lama dan tak mudah busuk.

Semoga bermanfaat. (wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Yayu