4 Cara Mengolah Daging Kurban Agar Tetap Aman Dikonsumsi Menurut MUI

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Wakil Ketua LK MUI Dr dr Bayu Wahyudi mengungkapkan empat cara pengolahan daging kurban agar tetap aman dikonsumsi.

Dokter Bayu menyampaikan, cara yang pertama yaitu sebelum pemotongan, pastikan hewan kurban sehat, tidak cacat dan bebas penyakit menular.

Kemudiaan, menggunakan tempat penyembelihan yang bersih dan memiliki saluran limbah.

Baca Juga

Miliki Badan Besar, Nunung Tak Dipercaya Orang-orang Kalau Ia Bilang Makan Sedikit

Kedua, saat pemotongan menggunakan pisau yang tajam dan steril, serta menghindari menyentuh daging dengan tangan kotor.

“Pisahkan alat pemotong daging dari alat yang digunakan untuk isi perut atau darah (hindari kontaminasi silang),” kata dokter Bayu kepada MUIDigital, Sabtu (7/6/2025).

Ketiga, setelah pemotongan, cuci daging dengan air bersih yang mengalir, dan jangan direndam terlalu lama. Menurutnya, daging harus disimpan di wadah yang bersih dan tertutup, bukan plastik hitam (mengandung senyawa berbahaya).

Jika belum dimasak, simpan daging dalam suhu ruang. Bila kurang dari dua jam untuk dimasak, maka bisa disimpan dalam suhu ruang.

Sementara jika 1-2 hari baru dimasak, maka harus disimpan di lemari es 4° c. Kemudiaan ketika 3 bulan baru dimasak, maka harus disimpan di freezer dengan suhu -18° c.

Keempat, saat memasak, daging harus dimasak hingga benar-benar matang dengan suhu internal minimal 70° c.

“Hindari memasak dengan terlalu banyak minyak atau santan secara berlebihan,” tutupnya. (MUI)