WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Usai hari raya Idul Adha 2026 yang baru saja berlangsung kemarin, Rabu (27/5/2026), dimana hidangan khasnya adalah yang berbahan daging kambing atau sapi, muncul kemudian pertanyaan perlukah detoks pencernaan setelah memakannya?

Saat ada beragam hidangan daging kurban, mungkin ada orang-orang yang menyantapnya secara berlebihan.

Biasanya, banyak orang akan khawatir kolesterol hingga tekanan darah akan meningkat setelah mengonsumsi daging kurban, apalagi jika dimakan dalam porsi banyak.

Sebagian orang biasanya akan melakukan berbagai upaya detoks pencernaan guna menetralisir kadar kolesterol di darah, seperti diet hingga mengonsumsi berbagai minuman dan makanan penetral seperti buah dan sayur.

Mengutip berbagai sumber, Kamis (28/5/2026), menurut spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Aru Ariadno, SpPD-KGEH, detoks pencernaan tidak perlu dilakukan, namun cukup dengan menerapkan pola makan yang seimbang saja.

"Sebenarnya saya rasa keseimbangan pola makan saja sudah cukup. Seperti kalau kita makan daging, protein harus diimbangi dengan serat dan karbohidrat yang cukup. Yang penting jangan berlebihan," katanya.

BACA JUGA: Mitos dan Fakta Menyantap Daging Kurban, Antara Torpedo Kambing dan Gairah

BACA JUGA: 4 Cara Mengolah Daging Kurban Agar Tetap Aman Dikonsumsi Menurut MUI

dr. Aru menyarankan untuk menjauhi konsumsi terlalu banyak protein dan karbohidrat, sementara tubuh mengidap hipertensi, kolesterol, maupun diabetes.

Hal tersebut akan meningkatkan gangguan metabolik, seperti hipertensi tiba-tiba kambuh dan kadar gula darah naik.
"Jadi intinya adalah dalam satu porsi piring itu usahakan keseimbangan atau isi dari piring tersebut yang baik," katanya lagi.

Beberapa penelitian menunjukkan butuh waktu lima jam untuk daging bisa diproses di pencernaan.

Serat bisa membantu proses pencernaan makanan, sehingga tubuh dapat mengolah protein atau daging di usus dengan lebih baik.

Selain itu, rasa begah dan kembung pun lebih mudah hilang atau mungkin akan teratasi dengan kita memakan banyak serat.

Jadi, dalam sekali makan, usahakan ada daging atau protein serta serat.