Target Selesaikan Misi Lari 7,6 km Peserta AKSEL Virtual Run 2026 dari Bank Kalsel Dimulai
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Misi menyelesaikan target 7,6 km bagi peserta AKSEL Virtual Run 2026 resmi dimulai, Rabu (19/8/2026).
Kick Off menjadi awal perjalanan kolektif Banua untuk menuntaskan misi 7,6 km telah digelar pada 14 Agustus 2026 lalu.
Kali ini, peserta melanjutkan dengan Virtual run hingga 12 September 2026.
Pendaftaran publik dibuka secara digital melalui fitur AKSEL Fun di aplikasi Mobile Banking AKSEL By Bank Kalsel dengan biaya pendaftaran simbolis sebesar Rp76
Sebelumnya Bank Kalsel mengumumkan 100 orang pertama yang berhasil menyelesaikan misi 7,6 km AKSEL Virtual Run 2026: Reforestasi!, Selasa (18/8/2026).
Seperti diketahui Bank Kalsel menargetkan 7.600 Km total jarak kolektif untuk menghasilkan 760 bibit Ulin.
Baca Juga Kabut Asap di Gambut Kabupaten Banjar, Truk Pembawa Sepeda Motor Terbalik
Baca Juga Kabut Asap Pekat di Landasan Ulin Banjarbaru Pagi ini, Jarak Pandang Minim
Bibit pohon Ulin akan ditanam di Tahura Sultan Adam Banjarbaru.
"Selamat kepada 100 orang pertama
yang berhasil menyelesaikan misi 7,6 KM AKSEL Virtual Run 2026: Reforestasi!".
Daftar nama pelari yang berhasil meraih 7,6 kilometer bisa dicek di instagram Bank Kalsel.
Bank Kalsel menggelar AKSEL Virtual Run 2026: Reforestasi dengan tagline utama "Sehat Diri, Bumi Lestari” Dari Pesisir ke Pegunungan".
Kegiatan AKSEL Virtual Run 2026 digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin mengatakan kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan AKSEL Virtual Run 2024 yang berhasil
menanam 7.400 bibit mangrove di kawasan pesisir Banua.
"Pada penyelenggaraan tahun ini, Bank Kalsel mengalihkan fokus restorasi ekosistem darat menuju dataran tinggi, tepatnya di kawasan hutan kaki Pegunungan Meratus, Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Mandiangin," bebenya.
Melalui gerakan sosial berbasis kolektif ini, setiap akumulasi jarak lari peserta akan dikonversikan menjadi
bibit Pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri), vegetasi endemik khas Borneo yang dikenal sebagai kayu
besi.
Satu Gerakan, Dua Lanskap Banua: Komitmen Green Banking