Kemenkes Beberkan Diagnosis Gejala Hingga Masa Inkubasi Hantavirus
Diagnosis pasti hantavirus ditegakkan dengan kombinasi riwayat paparan, gambaran klinis, pemeriksaan laboratorium rutin, dan uji spesifik.
Riwayat harus menggali paparan rodensia, pekerjaan, lingkungan rumah, banjir, aktivitas membersihkan ruang tertutup, perjalanan, dan kontak dengan kasus yang diketahui.
Pada Andes virus, riwayat kontak dekat dengan orang sakit juga penting (CDC, 2026a; WHO, 2026a).
Pemeriksaan spesifik utama adalah serologi, terutama deteksi IgM hantavirus atau peningkatan titer IgG. RT-PCR dapat mendeteksi RNA virus pada fase akut, terutama ketika viremia masih ada.
Pada situasi wabah atau penelitian, whole genome sequencing dapat membantu karakterisasi strain, menelusuri hubungan antar-kasus, dan membedakan kemungkinan paparan lingkungan bersama dari penularan antarmanusia.
Pemeriksaan jaringan dan imunohistokimia dapat dipertimbangkan pada kasus tertentu, terutama post-mortem atau penelitian (CDC, 2026c; Vial et al., 2023; WHO, 2026a).
Interpretasi hasil harus hati-hati.
Pemeriksaan terlalu dini dapat negatif.
CDC menyatakan bahwa pada konteks New World hantavirus, bila serum dalam 72 jam pertama setelah gejala negatif untuk IgM dan IgG, spesimen kedua setelah lebih dari 72 jam perlu dipertimbangkan untuk menyingkirkan infeksi.
RT-PCR juga memiliki jendela waktu; sensitivitas dapat menurun bila viremia rendah atau sudah melewati fase tertentu (CDC, 2026c).
Spesimen pasien berpotensi biohazard.
WHO menekankan bahwa pengujian spesimen non-inaktif perlu dilakukan dengan containment biologis yang sesuai, dan pengiriman spesimen harus mengikuti sistem triple packaging (WHO, 2026a).
Pemeriksaan Penunjang dan Laboratorium
Pemeriksaan rutin berguna untuk menilai derajat keparahan dan organ yang terdampak.
Pemeriksaan darah lengkap dapat menunjukkan trombositopenia, leukositosis atau leukopenia, hemokonsentrasi, dan limfosit atipikal atau imunoblas.
Pemeriksaan fungsi ginjal dapat menunjukkan peningkatan ureum dan kreatinin.
Urinalisis dapat menunjukkan proteinuria, hematuria, silinder urin, dan perubahan sedimen.
Fungsi hati dapat menunjukkan peningkatan transaminase ringan hingga sedang (Koehler et al., 2022; Vial et al., 2023).