Mahasiswa HST Cek PLTU Tanjung, Perbaikan Gangguan Listrik Ditargetkan Selesai 14 Agustus 2026
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Persoalan pemadaman listrik yang berulang di Hulu Sungai Tengah (HST), membawa mahasiswa sampai ke sumber pembangkit.
Tiga perwakilan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Barabai, meninjau langsung kondisi PLTU Tanjung Power Indonesia (TPI) di Kabupaten Tabalong, Senin (11/08/2026).
Peninjauan bersama PT PLN (Persero) itu dilakukan untuk mengetahui kondisi pembangkit, sekaligus perkembangan perbaikan, yang menjadi salah satu faktor terganggunya pasokan listrik ke sistem Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalsel-Teng).
Ketua HMI Cabang Barabai, Amril Saifan, mengatakan dalam peninjauan tersebut mahasiswa diperlihatkan langsung kondisi mesin pembangkit yang mengalami gangguan.
“Kami melihat langsung memang ada kerusakan di mesin produksi listrik, yaitu adanya kebocoran. Dari kondisi yang diperlihatkan, kami memahami memang ada kendala di pembangkit,” ujar Amril kepada wartabanjar.com, Kamis (13/08/2026).
Menurut Amril, penjelasan yang diterima mahasiswa di lokasi menunjukkan proses perbaikan masih berlangsung. Perbaikan tersebut diinformasikan ditargetkan rampung sekitar 14 Agustus 2026.
“Menurut informasi yang kami dapat, perbaikan akan selesai sekitar tanggal 14,” katanya.
Baca Juga: 36 Ton Sampah Tak Terangkut Tiap Hari, Pemkab HST Percepat TPS3R dan Modernisasi TPA
Baca Juga: Lewat 7 Agustus Pemadaman Listrik di HST Masih Terjadi, PLN Ungkap Gangguan PLTU TPI
Selain melihat kondisi pembangkit, mahasiswa juga mengecek ketersediaan batu bara, yang sebelumnya menjadi salah satu perhatian dalam persoalan kelistrikan.
Amril mengatakan, berdasarkan kondisi yang mereka lihat di lokasi, stok batu bara dalam kondisi aman.
“Kami juga melihat untuk stok batu bara aman. Jadi tindak lanjut ke depan kami tetap mengawal persoalan ini sampai kembali normal,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PMII Cabang Barabai, Muhammad Alfi Syahrin, mengatakan pihaknya juga akan terus memantau perkembangan perbaikan pembangkit hingga pasokan listrik kembali normal.
“Kami tetap mengawal isu ini sampai kembali normal,” katanya.