Kemenkes Beberkan Diagnosis Gejala Hingga Masa Inkubasi Hantavirus

Pada HPS/HCPS, foto toraks dapat menunjukkan edema paru bilateral atau infiltrat interstisial-alveolar.

CT dada dapat membantu bila gambaran klinis tidak jelas.

Pada HFRS, USG ginjal dapat membantu menilai pembesaran ginjal, edema, atau komplikasi lain, meski tidak spesifik.

Ekokardiografi bermanfaat pada syok atau dugaan keterlibatan jantung.

Pemeriksaan laboratorium tidak boleh berdiri sendiri.

Pada fase awal, angka-angka dapat belum lengkap.

Sebaliknya, ketika pasien memasuki fase kritis, perubahan dapat berlangsung cepat.

Karena itu, monitoring serial lebih penting daripada satu hasil tunggal. (wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Yayu