Kemenkes Beberkan Diagnosis Gejala Hingga Masa Inkubasi Hantavirus

Leptospirosis sering menjadi pembanding terdekat karena sama-sama terkait tikus, banjir, dan lingkungan.

Dengue menjadi pembanding utama karena trombositopenia dan demam akut sangat umum di Indonesia.

Malaria perlu dipertimbangkan di daerah endemis.

COVID-19 dan influenza penting bila gejala respirasi dominan.

Sepsis harus selalu dipikirkan pada pasien dengan hipotensi, laktat tinggi, gangguan kesadaran, atau disfungsi organ.

Kecurigaan hantavirus meningkat bila kombinasi gejala dan riwayatnya cocok: demam akut, nyeri otot, gejala gastrointestinal, paparan rodensia, trombositopenia, hemokonsentrasi, proteinuria/hematuria, kreatinin meningkat, oliguria, atau sesak napas yang memburuk cepat, namun diagnosis pasti tetap membutuhkan pemeriksaan laboratorium spesifik.

Penegakan Diagnosis Pasti

Diagnosis pasti hantavirus ditegakkan dengan kombinasi riwayat paparan, gambaran klinis, pemeriksaan laboratorium rutin, dan uji spesifik.

Riwayat harus menggali paparan rodensia, pekerjaan, lingkungan rumah, banjir, aktivitas membersihkan ruang tertutup, perjalanan, dan kontak dengan kasus yang diketahui.

Pada Andes virus, riwayat kontak dekat dengan orang sakit juga penting (CDC, 2026a; WHO, 2026a).

Pemeriksaan spesifik utama adalah serologi, terutama deteksi IgM hantavirus atau peningkatan titer IgG. RT-PCR dapat mendeteksi RNA virus pada fase akut, terutama ketika viremia masih ada.

Pada situasi wabah atau penelitian, whole genome sequencing dapat membantu karakterisasi strain, menelusuri hubungan antar-kasus, dan membedakan kemungkinan paparan lingkungan bersama dari penularan antarmanusia.