Kemenkes Beberkan Diagnosis Gejala Hingga Masa Inkubasi Hantavirus

Pemeriksaan jaringan dan imunohistokimia dapat dipertimbangkan pada kasus tertentu, terutama post-mortem atau penelitian (CDC, 2026c; Vial et al., 2023; WHO, 2026a).

Interpretasi hasil harus hati-hati.

Pemeriksaan terlalu dini dapat negatif.

CDC menyatakan bahwa pada konteks New World hantavirus, bila serum dalam 72 jam pertama setelah gejala negatif untuk IgM dan IgG, spesimen kedua setelah lebih dari 72 jam perlu dipertimbangkan untuk menyingkirkan infeksi.

RT-PCR juga memiliki jendela waktu; sensitivitas dapat menurun bila viremia rendah atau sudah melewati fase tertentu (CDC, 2026c).

Spesimen pasien berpotensi biohazard.

WHO menekankan bahwa pengujian spesimen non-inaktif perlu dilakukan dengan containment biologis yang sesuai, dan pengiriman spesimen harus mengikuti sistem triple packaging (WHO, 2026a).

Pemeriksaan Penunjang dan Laboratorium

Pemeriksaan rutin berguna untuk menilai derajat keparahan dan organ yang terdampak.

Pemeriksaan darah lengkap dapat menunjukkan trombositopenia, leukositosis atau leukopenia, hemokonsentrasi, dan limfosit atipikal atau imunoblas.

Pemeriksaan fungsi ginjal dapat menunjukkan peningkatan ureum dan kreatinin.

Urinalisis dapat menunjukkan proteinuria, hematuria, silinder urin, dan perubahan sedimen.

Fungsi hati dapat menunjukkan peningkatan transaminase ringan hingga sedang (Koehler et al., 2022; Vial et al., 2023).

Pemeriksaan koagulasi, D-dimer, fibrinogen, CRP, prokalsitonin, laktat, gas darah, elektrolit, albumin, dan LDH membantu membedakan hantavirus dari sepsis, dengue berat, leptospirosis, atau pneumonia berat, sekaligus memantau risiko syok dan disfungsi organ.