Bayangkan seorang individu yang baru menginjak usia produktif sudah harus berjuang melawan komplikasi yang melemahkan ini.

BACA JUGA: Minuman Manis Lebih Berbahaya dari Nasi Putih, YLKI Ingatkan Risiko Diabetes dan Obesitas

BACA JUGA: Kenali Gejala Diabetes Tipe 2 Lewat Kerontokan Rambut

Produktivitas menurun, kualitas hidup tergerus, beban ekonomi keluarga meningkat dan kondisi kesehatan menurun drastis.

Selain itu, dampak psikologis dan sosial juga tidak bisa diabaikan.

Diagnosis Diabetes di usia muda sering kali membawa stigma, kecemasan, dan depresi.

Keterbatasan diet, keharusan memonitor gula darah secara rutin, dan potensi komplikasi dapat memengaruhi kepercayaan diri, interaksi sosial, dan bahkan pilihan karier.

Generasi muda yang seharusnya berada pada puncak kreativitas dan produktivitas, terpaksa menghadapi masalah kesehatan yang kompleks dan membatasi aktivitas.

Menghadapi ancaman ini, peran berbagai pihak sangat penting.

Penyebab Diabetes Pada Generasi Muda

Kencing Manis yang saat ini telah menyerang generasi muda bisa disebabkan oleh hal-hal berikut:

1.  Malnutrisi (mengalami masalah gizi) sejak lahir

Kondisi ini dapat menyebabkan resistensi insulin yang meningkatkan risiko Diabetes pada anak-anak. 

2. Pola makan tidak seimbang

Konsumsi makanan manis, makanan olahan, dan makanan kurang serat akan meningkatkan kadar gula darah dan risiko Diabetes. 

3.  Kurangnya aktivitas fisik

Gaya hidup tidak aktif dan kurang berolahraga akan menurunkan sensitivitas tubuh terhadap insulin dan meningkatkan risiko Diabetes. 

4.  Obesitas

Kelebihan berat badan, ditandai banyaknya lemak di sekitar perut, akan meningkatkan risiko Diabetes pada anak-anak dan remaja. 

Walaupun demikian, penderita diabetes tipe 5 tidak selalu obesitas, karena penderitanya juga banyak yang kurus.

5.  Faktor genetik

Riwayat keluarga dengan Diabetes juga meningkatkan risiko seseorang menderita Diabetes.

Riwayat keluarga tidak selalu diturunkan dari orang tua kepada anaknya, namun juga dapat diturunkan dari kakek neneknya kepada cucunya (generasi kesatu kena, generasi kedua lepas, tetapi generasi ketiga kena lagi). 

6.  Perubahan gaya hidup modern