Suka Minuman Kekinian Gula Aren? Berbahaya atau Tidak? Begini Penjelasan dari Kemenkes
Sering kali minuman tersebut ditambahkan gula tambahan lain, sirup, krimmer, dan susu tinggi lemak.
Contohnya kopi susu gula aren yang populer.
Kombinasi bahan-bahan ini bisa membuat minuman tersebut jadi tinggi kalori, bahkan bisa disebut “bom kalori” kalau sering dikonsumsi.
- Boleh Tidak Konsumsi Gula Aren?
Jawabannya: boleh, selama tahu batasnya.
Mengonsumsi minuman gula aren sesekali dalam porsi wajar umumnya aman untuk orang sehat.
Tubuh masih bisa memproses gula dengan baik jika tidak berlebihan.
Hal yang jadi masalah adalah kalau diminum setiap hari, sering, dalam porsi besar, dengan kadar gula tinggi.
Sebagai gambaran, rekomendasi umum menyarankan asupan gula tambahan tidak lebih dari 10% dari total kalori harian, bahkan idealnya di bawah 5%.
Sayangnya, satu gelas minuman kekinian saja sering kali sudah mendekati atau bahkan melebihi batas tersebut.
- Siapa yang Harus Lebih Waspada?
Kalau kamu punya kondisi seperti diabetes, sindrom metabolik, dan berat badan berlebih, maka konsumsi gula aren perlu lebih dikontrol.
Bahkan dalam porsi kecil pun, bisa berdampak pada kadar gula darah.
Dalam kondisi ini, ada baiknya diskusi dengan ahli gizi atau tenaga kesehatan untuk menentukan batas amannya.
- Tips Supaya Tetap Bisa Menikmati Gula Aren
Kamu tetap bisa kok menikmati minuman gula aren tanpa harus “mengorbankan” kesehatan.
Caranya:
- Pilih ukuran porsi lebih kecil
- Minta opsi “less sugar” saat membeli
- Batasi frekuensinya, misalnya hanya sesekali
- Hindari tambahan krimer atau sirup berlebih
Alternatif lainnya, coba buat sendiri di rumah.
Dengan begitu, kamu bisa mengontrol jumlah gula, memilih bahan yang lebih sehat, dan menyesuaikan rasa sesuai kebutuhan.
- Jangan Lupa Cek Label Gizi
Kalau kamu membeli minuman kemasan, biasakan lihat label gizinya.
Perhatikan total gula dan kalori per porsinya.
Semakin tinggi angkanya, kian besar juga kontribusinya terhadap asupan harian kamu.
Jadi, Berbahaya atau Tidak?
Minuman gula aren bukan sesuatu yang otomatis berbahaya, tetapi juga bukan pilihan sehat kalau dikonsumsi tanpa kontrol.