Perdana di Sarang Halang, Paket MBG Bagi Ibu Hami dan Menyusui

Selain faktor harga, mobilitas penerima manfaat juga menjadi catatan. Jika ibu-ibu penerima berhalangan hadir ke lokasi, para kader sigap mengantarkan paket tersebut langsung ke rumah masing-masing agar gizi tetap tersampaikan.

Saat ini, program baru menyasar sekitar 30 Bumil dan Busui. Namun, angka ini diprediksi melonjak hingga 120 orang saat kategori balita non-PAUD dimasukkan.

“Kedepannya kami bakal ambil data balita, mungkin bertambah sekitar 90 orang lagi, tergantung pembaruan data dari kader,” tambahnya.

Meski siap berekspansi, Aldi memberikan catatan kritis mengenai kapasitas produksi. Saat ini, total Penerima Manfaat (PM) yang dikelola sudah mencapai 3.500-an orang, yang menurutnya sudah masuk kategori overload.

Ia berharap ada sinkronisasi wilayah agar beban kerja tim dapur tetap maksimal dan tidak melampaui batas kapasitas.

Transparansi Anggaran dan Kualitas Menu

Mengenai anggaran, program ini menetapkan pagu Rp10.000 untuk porsi besar dan Rp 8.000 untuk porsi kecil dengan sistem at cost (biaya riil).

Artinya, jika belanja bahan lebih murah dari pagu, sisa dana wajib dikembalikan ke kas negara.

Pihak penyelenggara juga memastikan menu makanan bervariasi setiap harinya agar tidak membosankan.

Para ibu pun dipersilakan memberikan masukan melalui kader demi menjaga kualitas gizi di Kelurahan Sarang Halang.(Wartabanjar.com/Gazali)

Editor Restu