Sebelumnya, cacahan uang tersebut ditemukan dalam kondisi menggumpal, basah, dan bercampur dengan sampah rumah tangga serta material urukan. Pantauan di lokasi menunjukkan pecahan uang mulai dari Rp2.000, Rp50.000, hingga Rp100.000 berserakan di permukaan tanah.

Potongan uang berukuran sangat kecil, sekitar 2 hingga 5 milimeter, dikemas dalam karung putih. Meski kotor dan tertimbun sampah, warna dan ciri khas uang rupiah masih tampak jelas, terutama pecahan Rp50.000 dan Rp100.000.

Hingga kini, polisi telah memeriksa empat orang saksi, termasuk pemilik lahan dan pekerja yang melakukan penyortiran sampah di lokasi TPS liar tersebut.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad