Sistem Ketat Hindari Kecurangan
Belajar dari pengalaman pahit, Taofik kini menerapkan sistem kerja yang lebih ketat dan transparan. Setiap sampah plastik yang masuk disortir dengan teliti, dicatat atas nama pemasok, dan diawasi melalui CCTV.
“Karena sering kejadian beli kucing dalam karung. Ada batu, kayu, bahkan air biar berat. Sekarang kalau ketahuan bukan barang, kita pulangkan,” tegasnya.
Ia juga lebih memilih turun langsung ke lapangan, mendatangi lapak-lapak dan pengepul untuk membangun hubungan jangka panjang.
“Bisnis ini saya buat kekeluargaan. Ngobrol, bercanda, biar nyaman. Kalau sudah nyaman, susah pindah,” katanya.

Dukungan Keluarga dan Harapan ke Depan
Taofik mengaku, pencapaian yang diraihnya saat ini tak lepas dari peran sang istri dan keluarga yang selalu memberikan dukungan, bahkan saat dirinya berada di titik terendah.
“Alhamdulillah, saya punya istri yang hebat. Waktu saya jatuh, dia bilang ayo jalan lagi. Nggak semua istri mau,” ujarnya.
Saat ini, kerja sama dengan pemerintah masih sebatas penyuluhan dan dukungan tidak langsung. Namun Taofik sudah menjalin kemitraan dengan sejumlah bank sampah yang rutin mengirimkan hasil pengumpulan plastik ke tempat usahanya.
“Ke depan saya berharap bisa lebih sinergi dengan pemerintah dan pihak lain, supaya pengelolaan sampah ini bisa lebih besar dan lebih bermanfaat,” pungkasnya.
Melihat Potensi dari Nol
Istri Taofik, Asih, mengaku ketertarikannya pada sang suami bukan karena materi, melainkan karakter dan semangat juangnya.







