WARTABANJAR.COM, BARABAI – Setelah beberapa hari melonjak, harga BBM eceran di Hulu Sungai Tengah (HST) akhirnya mulai turun. Namun, warga masih harus bersabar karena antrean panjang di SPBU Mandingin belum juga reda.
Pertalite yang sebelumnya sempat tembus Rp14.000 per liter kini turun menjadi Rp13.000–Rp13.500. Sementara Pertamax turun dari Rp20.000 ke Rp17.000–Rp17.500 per liter. Penurunan ini belum sepenuhnya memulihkan harga normal, tapi menjadi angin segar bagi warga yang keteteran dengan lonjakan sebelumnya.
Pantauan wartabanjar di SPBU Mandingin Barabai, antrean kendaraan sudah mengular sejak pagi. Mandingin menjadi andalan warga karena pasokan di SPBU ini memengaruhi hampir seluruh kebutuhan BBM di HST.
BACA JUGA: Sidang Heboh! Terdakwa Pembunuhan SMPN 35 Banjarmasin Ngaku Kebal Meski Dibacok Celurit di Kepala
Ramli, salah seorang warga, mengaku maklum dengan harga yang masih relatif tinggi. “Lebih mahal dari biasanya, tapi stok cepat habis di SPBU. Harapannya pedagang jangan sampai ambil untung berlebihan,” ujarnya.
Manager SPBU Mandingin, Purwadi, menambahkan bahwa peningkatan permintaan terjadi karena warga kini lebih awal mengisi BBM, bahkan banyak yang beralih dari Pertalite ke Pertamax. “Biasanya 10 ribu liter Pertalite per hari. Sekarang jauh lebih banyak. Stok cepat habis karena konsumsi meningkat drastis,” jelasnya.
Untuk menjaga ketersediaan, SPBU memberlakukan pembatasan pembelian Pertamax maksimal Rp300.000 per kendaraan. Purwadi memastikan, begitu pasokan tambahan tiba siang hari, antrean akan berkurang dan operasional kembali normal.







